Rabu, 07 Juli 2021

Rapat Koordinasi BOR Penanganan Covid 19; ISOLASI PENURUNAN ANGKA 78 PERSEN

NAGiNEWS, MALANG - Rapat Koordinasi Bed Occupancy Rate (BOR) penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Pendopo Pringgitan, Kabupaten Malang, Rabu (7/7/2021), Jl. KH Agus Salim Nomor 7, Kota Malang.

Hadir Bupati Malang HM. Sanusi,  Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol. Inf. Yusub Doddy Sandra, Kapolres Malang AKBP. R. Bagoes Wibisono, Sekda Wahyu Hidayat, dan seluruh Jajaran Forpimda Kabupaten Malang beserta dinas terkait lainnya.

Bupati Malang, HM. Sanusi menjelaskan tentang perkembangan Covid 19 di wilayah Kabupaten  Malang mengalami penurunan yg cukup baik, peningkatan pengawasan  Satuan Tugas (Satgas) Covid.19 di tingkat Desa, penyediaan ruang isolasi diperluas. "Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mengalami penurunan dengan penanganan isolasi biasa penurunan di angka 78%, pemberdayaan isolasi di RSUD Kabupaten Malang, RSU Lawang dan RS UM serta penyediaan vaksin.

Satgas Covid-19", ungkap Sanusi, mantan Wakil Bupati Malang, hal ini agar dilakukan rolling memaksimalkan pengawasan di Desa.

Menurut Sanusi, Kadis PMD upaya melakukan penyebaran masker di tingkat Puskesmas sebagai ruang isolasi dan merupakan Korwil di tingkat kecamatan dalam penanganan pertama perlu dimaksimalkan. "Selain itu, pemberdayaan sekolahan yang berdekatan dengan Puskesmas bisa dilakukan upaya penanganan isolasi tingkat pertama", kata Sanusi, isolasi selama PPKM sudah mengalami penurunan cukup signifikan.

Selanjutnya dikatakan Sanusi, agar tetap memberdayakan Puskesmas dan kecamatan sebagai basis terdepan dalam penangan tersebut. Peningkatan pasien bisa dipergunakan Rusunawa sebagai ruang isolasi serta perlu juga relawan", urai Sanusi, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, zona hitam tetap  waspadai dalam penyebaran lebih luas.

RS juga menyiapkan ruang isolasi khusus, kata Sanusi dengan kapasitas yang ditentukan serta pemberdayaan Rusunawa dan sekolahan. "Kami lebih memprioritaskan Nakes dalam penanganan Covid-19, serta memperhatikan kesejahteraannya", papar Sanusi, kader PDIP Kabupaten Malang.

Sementara Kapolres Malang, AKBP Bagoes menjelaskan pihaknya sudah berupaya secara maksimal melaksanakan penyekatan untuk meminimalisir penyebaran. "Penanganan isolasi agar memanfaatkan lokasi yang ada di tingkat desa agar memudahkan pengawasan. Pelaksanaan Operasi Yustisi telah dilaksanakan dan personil telah disiagakan", ungkap Bagoes, pemadaman lampu jalan jam 20.00 WIB pada zona tertentu serta pengaturan waktu pemadaman juga ditentukan.

Menurut Bagoes, hal ini agar Satgas Covid-19 lebih meningkatkan pengawasan dan memudahkan  pencegahan penyebarannya. Hal ini, juga ditegaskan Dandim 0818 Letkol. Inf. Yusub memaparkan, penambahan Puskesman dan sekolah untuk ruang isolasi terbatas di daerah.

Penanganan ini tidak bisa difokuskan di satu titik mengingat Kabupaten Malang letak geografisnya yang luas. "Sosialisasi di lapangan perlu ditingkatkan, namun masih ada yg melakukan pelanggaran", jelas Yusub, pihaknya menghimbau peningkatan kesehatan di masyarakat dengan Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat. (rik/eman/oskar)

0 komentar:

Posting Komentar