Jumat, 16 Juli 2021

Ketua DPRD Kota Malang Made Rian; HABISKAN ANGGARAN DEWAN RP10,35 MILIAR UNTUK MENANGANI COVID-19

NAGiNEWS, MALANG - Ketua DPRD Kota Malang,  I Made Rian Dian Kartika mengatakan, seluruh dana yang tersedia untuk keperluan DPRD bila perlu dihabiskan untuk menangani pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Malang.

Made Rian menjelaskan, anggaran yang digeser sebesar Rp3 miliar dari perjalanan dinas, Rp4 miliar Makan dan Minum (Mamin), reses yang tidak diadakan, dan Rp3,1 miliar dari pengadaan mobil dinas yang tidak digunakan. Hal ini, semakin melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Malang berujung pada penuhnya ketersediaan bed di Rumah Sakit (RS) kelangkaan obat-obatan dan oksigen, bahkan tidak jarang banyak masyarakat meninggal saat melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah, dan ada yang meninggal sedang antrian di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS).

Menurut Made, hal ini tidak luput menjadi catatan dewan. “Banyaknya kasus Isoman meninggal di rumah, sehingga menjadi perhatian kami. Ini kok bisa terjadi di Kota Malang", tegas Made, mengharapkan RS Tentara Soepraoen, Sukun segera dioperasi.

Menurut catatan dewan ada 268 bed yang disiapkan, namun sampai saat ini, belum bisa dipakai. "Kita sudah meminta agar dapat dapat segera difungsikan", ujar Made, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, kepada wartawan usai Rapat Paripurna.

Menanggapi masalah Belanja Tidak Terduga (BTT) yang menjadi rekomendasi para Fraksi, menurut Made penggunaan BTT adalah hak Pemkot Malang. “Untuk BTT itu adalah hak beliau semuanya. Jadi tanpa persetujuan Dewan. Awal 2020 kita sudah menyiapkan Rp200 miliar. Sampai sekarang catatan yang masuk ke kami baru terpakai Rp54 miliar", ungkap Made, berapa sisanya belum ada laporan.

Dikatakan Made, BTT merupakan anggaran yang lebih leluasa untuk penanganan dan penanggulangan Covid. “Saya sudah sampaikan sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD silakan dipergunakan BTT selama untuk kepentingan masyarakat", berulang kali Made mengusulkan kepada eksekutif, yang terpenting sekarang adalah keselamatan masyarakat.

Dewan sudah memberikan leluasa kepada eksekutif untuk melakukan saja. "Dewan akan menyetujui. Jadi perlu saya sampaikan dewan tidak akan menghambat terkait penggunaan anggaran. Malah kita mendorong. Habiskan anggaran yang tersedia", kata Made, saat ini dewan sudah melakukan refocusing.

Dewan telah merefocusing sebanyak Rp10,35 miliar. "Sudah kami geser anggaran dari perjalanan dinas, reses Mamin, serta pengadaan mobil dinas untuk empat pimpinan dan komisi", urai Made, dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang.

Jika PPKM Darurat diperpanjang sampai Agustus atau September, dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) seluruh anggaran perjalanan dinas dialihkan. "Ini, adalah  komitmen kami. Bila perlu, habiskan semua anggaran dewan untuk penanganan pandemi  Covid-19", tegas Made, juga menawarkan gedung DPRD Kota Malang dipergunakan untuk menampung pasien dan kami berkantor di rumah saja (ris/har/mas/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar