Minggu, 20 Juni 2021

Ketua DPR RI Puan Maharani; 16 PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA MASUK PERINGKAT INTERNASIONAL DIUMUMKAN QUACQUARELLI SYMONDS

NAGiNEWS, JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengapresiasi perguruan-perguruan tinggi Indonesia yang terus meningkatkan kualitas, agar mampu bersaing di level internasional. Hal ini, diungkapkan setelah Lembaga Quacquarelli Symonds (QS) merilis pemeringkatan universitas terbaik QS World University Rankings 2022 atau QS WUR yang diumumkan tahun 2021.

Ketua DPR RI, Puan Maharani (Foto: Istimewa)

Sebanyak 16 universitas di Indonesia masuk daftar prestisius tersebut. Bahkan, tiga di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta. Artinya, kualitas pendidikan tinggi secara umum semakin meningkat dan tidak melulu diasosiasikan dengan kampus negeri. "Dengan demikian, kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk menikmati pendidikan tinggi yang berkualitas internasional semakin terbuka lebar", harapan Puan, Anggota DPR dari Fraksi PDIP, institusi pendidikan tinggi Indonesia dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul bangsa.

Selanjutnya dikatakan Puan, agar membangun SDM Indonesia yang unggul, diperlukan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan. "Ini, dapat terwujud bila kita menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas dan inovasi. SDM yang unggul adalah SDM penentu kemajuan Indonesia,” kata Puan, perempuan yang pertama menjadi Ketua DPR, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/6/2021).

Walaupun demikian, kata Puan mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), bahwa SDM Indonesia yang unggul tidak hanya profesional dan berdaya saing, tetapi memiliki kepribadian sebagai bangsa Indonesia. "Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, sopan santun, toleran, religius, dan bergotong royong. Pembentukan SDM berkarakter dan tangguh harus didukung pendidikan yang diarahkan membentuk SDM berakhlak mulia, berbudaya Indonesia, toleran, bergotong royong, cinta Tanah Air, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi", ujar Puan, bahwa di zaman yang penuh gempuran teknologi ini, anak muda Indonesia memerlukan kepribadian yang kuat sekaligus sikap yang santun.

Puan juga memberi contoh attitude terkait maraknya hoaks yang tersebar lewat berbagai media sosial. “Generasi muda harus cerdas memilah informasi, membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks. Bahkan generasi muda bisa menjadi yang terdepan dalam melawan hoaks, memerangi ujar kebencian (hate speech), juga mengedepankan dialog yang cerdas tapi santun di Media Sosial (Medsos)", tegas Puan, yang digadang menjadi calon presiden 2024 mendatang.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021 sudah ditemukan sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19. "Jika diabaikan, hoaks berpotensi memecah belah bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya mengenai intelektualitas, tetapi lebih luas mengenai kecerdasan dalam seluruh perikehidupan bangsa. Oleh karena itu, jika ingin pendidikan Indonesia bersumbangsih terhadap masa depan kehidupan bangsa, maka diperlukan fokus serta titik berat pada nation and character building",  ungkap Puan menyambut terbuka minat tinggi calon mahasiswa di Indonesia terhadap dunia farmasi, yang menurutnya akan semakin dibutuhkan, karena pandemi Covid-19 belum menemui titik cerah.

Dikatakan Puan, hingga saat ini, belum ada satu negara pun, bahkan WHO, yang berani menyatakan terlepas dari pandemi. “Akan menjadi kebanggan kita semua ketika berbagai institusi pendidikan di Indonesia menjadi tempat lahirnya berbagai penemuan yang dapat membantu kita dalam melawan Covid-19", tutur Puan, juga melihat jumlah perempuan yang mengenyam kuliah semakin meningkat yakin akan lahir perempuan yang menjadi pemimpin.

Indonesia punya harapan bahwa di masa depan, perempuan Indonesia akan tampil maju bahkan jadi sosok pemimpin yang tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga tetapi juga bangsa dan negara. "Secara pribadi merasa bangga bahwa Universitas Indonesia, tempat dulu saya menyelesaikan pendidikan sarjana, masuk peringkat ke-290 dunia versi QS WUR. Sementara peringkat ke-254 diraih oleh Universitas Gadjah Mada. Institut Teknologi Bandung masuk peringkat 303, disusul Universitas Airlangga dan Institut Pertanian Bogor. Adapun perguruan tinggi swasta yang masuk peringkat dunia adalah Universitas Binus, Universitas Telkom, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pemeringkatan QS WUR 2022 diumumkan pada 2021 menggunakan data 2020", puji Puan, adapun enam aspek utama yang dinilai dalam pemeringkatan QS WUR yaitu Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Faculty, Faculty Student Ratio, International Faculty, dan International Students.(rilis/yos/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar