Selasa, 08 Juni 2021

Anggota DPR Komisi IX Krisdayanti; AKSI SATPOL PP PONTIANAK KALBAR MEMATAHKAN UKELELE PENGAMEN TIDAK MENDIDIK

NAGiNEWS, JAKARTA - Aksi anggota Satpol PP di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mematahkan Ukulele pengamen menjadi viral. Anggota DPR RI Krisdayanti mengatakan pembinaan terhadap anak-anak yang menjadi pengamen, bukan perusakan seperti yang dilakukan oleh Satpol PP tidak mendidik.

Anggota DPR RI Krisdayanti

Krisdayanti merasa prihatin, tentunya anak-anak perlu pembinaan dan sarana. "Semestinya Satpol PP lebih bijak. Perusakan bukanlah solusi. Wilayah ketegasan Satpol PP di Kalbar, khususnya Pontianak, harusnya lebih bijak. Merusak bukanlah solusi dan teladan", ungkap KD panggilan akrab Krisdayanti 

Krisdayanti yang juga artis ini, merasa sangsi jika Ukulele yang dirusak itu barang sitaan 3 (tiga/ tahun. "Perusakan Ukulele yang sengaja direkam itu, dilakukan demi mendapatkan perhatian. Saya agak sangsi dengan pernyataan Pemda bahwa Ukulele tersebut adalah barang sitaan 3 (tiga) tahun lalu dan terlihat unsur sengaja merekam video supaya mendapat perhatian", prihatin Krisdayanti, anggota Fraksi PDIP.

Bermusik, kata Krisdayanti, mengajarkan rasa. Dia mengatakan berkesenian lebih baik daripada mencuri. "Bermusik mengajarkan kita rasa, termasuk rasa lapar. Mereka menahan krisis pandemi dan harus turun ke jalan untuk ngamen. Semua karena dorongan tanggung jawab. Kalau mereka bisa berkesenian, lebih baik daripada jadi maling", tutur Krisdayanti, Diva Indonesia kepada wartawan, Senin (8/6/2021) di Jakarta.

Sebelumnya, video seorang anggota Satpol PP di Pontianak mematahkan sejumlah ukulele viral di Media Sosial (Medsos). Aksi oknum Satpol PP tersebut dinilai arogan dan tak solutif dalam penanganan pengamen.

Wali Kota Pontianak Edi Kamtono meminta maaf terkait ulah oknum Satpol PP tersebut. Dia berjanji akan memberikan sanksi tegas dan mengganti ukulele pengamen yang rusak. "Saya menyampaikan permohonan maaf atas perusakan ukulele oleh oknum Satpol PP Pontianak, dan saya akan berikan sanksi yang tegas terhadap oknum tersebut," kata Edi, Selasa (8/6/2021). (yos/oskar)

0 komentar:

Posting Komentar