Jumat, 21 Mei 2021

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto; KESADARAN ASN BELUM SEPENUHNYA UNTUK MEMBUANG SAMPAH DI MASING-MASING KANTOR

NAGiNEWS, MALANG - Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, SH, MH, mengatakan kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Kontrakan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Malang untuk membuang atau memilah-milah sampah basah dan sampah kering di tempat yang telah tersedia belum sepenuhnya.

Hal ini, dikemukakan Didik, saat bersama ASN dan Pegawai Kontrak melakukan clean up (pembersihan), serta relewan dari Trash Hero Tumapel Malang Raya memungut sampah yang berserakan di Lapangan Luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, setelah senam pagi bersama Satuan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang berkantor di Bloc Office dan sekitarnya, Jumat (21/5/2021) pagi. "Kesadaran ASN harus dipacu dan membiasakan membuang sampah pada tempat yang tersedia. Hal ini, perlu proses", jelas Didik, meyakinkan semuanya ini, melalui proses dan bagaimana kita membentuk kesadaran diri masing-masing.

Menurut Didik, ASN dan Tenaga Kontrak harus membiasakan untuk membuang sampah, terutama yang basah dan kering tidak mudah terurai pada tempatnya. "Semuanya ini, harus dari kebiasaan dan disiplin pada dirinya dari masing-masing rumahnya, sehingga pada saat mereka berada di kantor kebiasaan itu mereka lakukan", ungkap Didik, mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Secara terpisah Leader Trash Hero Tumapel Malang Raya, Anny Meilia Shopa mengatakan, setelah bersama anggota melakukan clean up di Lapangan Luar Stadion Kanjuruhan dan merangsek ke perkatoran di bloc office telah menemuka tempat sampah yang bolong bawahnya atau samping. "Kepada bapak-bapak, ibu-ibu ASN dan Tenaga Kontrak agar membuang sampah di pilah-pilah terlebih dulu, sehingga tidak tercampur menjadi satu", kata Meilia, yang juga instruktur penari dan penari di Malang, serta berharap setiap kantor menyediakan tempat sampah.

Selanjutnya diungkapkan Meilia yang sedang kuliah doktoral psikologi di Leiden, Belanda, pihaknya menemukan puntung rokok berserakan di area merokok di taman depan salah satu kantor. "Kami menghimbau kepada ASN dan Tenaga Kontrak, agar membiasakan membuang sampah di tempat yang tersedia, terutama sampah plastik karena sampah jenis ini sulit terurai bisa makan waktu 200 tahun", jelas Meilia, didampingi Pembina Trash Hero Tumapel, George da Silva yang ikut memungut sampah.

Selama hampir satu jam lebih melakukan clean up di lapangan, berhasil mendapatkan sampah sebanyak 8 (delapan) kantong. "Setelah kami melakukan audit sampah tersebut, dipisahkan berdasarkan jenis dan brand, hasil akhir total berat sebanyak 19,5 kilogram", ungkap Meilia, karena kami tidak memiliki tempat sampah, setelah diaudit diletakan kembali di tempat sampah. (ris/ger/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar