Senin, 03 Mei 2021

Malang Peduli Demokrasi (MPD) dalam FGD; NEGARA HARUS HADIR MENGEMBANGKAN PARIWISATA

NAGiNEWS,MALANG - Sebanyak 50 para pelaku usaha pariwisata di Malang Raya kesimpulan dalam Forum Group Diskusi (FGD) besepakat dalam waktu dekat untuk meng-upgrade level pariwisata di Malang Raya.

Hal ini, dikemukakan dalam FGD, di Rumah Makan Kertanegara, Jl. Kertanegara Nomor 1 Kota Malang yang disponsori Malang Peduli  Demokrasi (MPD) Malang Raya. Masih banyak persoalan  yang harus segera dicarikan solusi agar sektor ini kembali bergairah setelah "mati suri" akibat pandemi Covid-19.

Hal ini terungkap dalam diskusi Pengembangan Pariwisata di Malang Raya yang digagas Malang Peduli Demokrasi (MPD), dengan tajuk ”Diskusi Pengembangan Pariwisata di Wilayah  Malang Raya". Acara diskusi berlangsung dengan mendengarkan paparan singkat dari peserta antara lain Kurniawan Muhammad Direktur Radar Malang/Jawa Pos Grup, Andi dari Perwakilan Hawai Grup PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Rinekso Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah, Surya Direktur Jatim Park Batu, Bambang GW, Luthfi MCW, dan disimpulkan oleh Hikmah Bagih Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, ditutup dengan buka puasa bersama.

Acara dipandu Koordinator MPD Malang Raya, Imam Muslikh, berbagai gagasan dan terobosan muncul dalam diskusi. Secara umum, bahwa sektor pariwisata di Malang Raya seakan berjalan autopilot. Hal itu diungkapkan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad. ”Jadi, seakan pariwisata di Malang Raya berjalan autopilot, karena negara tidak hadir untuk mengintervensi pariwisata,” kata pria yang akrab disapa Mas Kum.

Kum, mencontohkan kunjungan pariwisata di Vietnam telah menyalip jumlah kunjungan wisatawan di Indonesia. Salah satu sebabnya adalah, negara Vietnam turut hadir mengintervensi. "Di tingkat kepala daerah Malang Raya, sudah banyak kegiatan pertemuan, namun belum menghasilkan gagasan yang matang. Kita tinggal pakai guidance apa, outline apa, tools apa untuk mengembangkan pariwisata", ujar Kum yang juga Presiden IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Malang.

Sedangkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono menitikberatkan pariwisata pada tiga hal. Yaitu public travel bubble, niche tourism dan corporate tourism. ”Corporate tourism ini diawali dengan branding bersama. Kalau kita membicarakan satu paket bidang pariwisata, yang pertama tentang bagaimana alokasi anggaran dari 3 wilayah di Malang Raya", tutur Cahyono anggaran parawisata harus dibicarakan lebih dalam di tingkatan kepala daerah.

Juga Direktur Jatim Park Kota Batu, Suryo Wibowo mencontohkan bagaimana Turki mengembangkan sektor pariwisatanya. "Seluruh wisatawan yang datang sudah disiapkan rute yang bisa dipilih, sehingga sektor pariwisata di sana sudah terstruktur dan tidak berdiri sendiri. Jika di Malang, terserah tour guide-nya. Ini yang jadi kendalanya", ujar Suryo, hal ini membingungkan, ketika wisatawan ingin ke wisata heritage arahkan kemana, mana yang mau di lihat.

Lanjut Suryo, pihaknya berharap setelah diskusi ini, ada gambaran yang jelas tentang rute pariwisata di Malang Raya yang bisa dijual kepada wisatawan.(rif/ris/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar