Kamis, 22 April 2021

Bupati Malang HM Sanusi; BELUM TERIMA HASIL LAPORAN PROGRAM SI JAKA

NAGiNEWS, MALANG – Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan belum mendapat hasil laporan tentang Pengadaan Program Aplikasi Sistem Informasi Jaga dan Kawal Dana Desa (Si Jaka) oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang.

Bupati Malang HM Sanusi

Sanusi menegaskan belum menerima dan belum ada laporan."Saya belum terima hasil laporan tentang Si Jaka, jadi tidak bisa memberikan komentar", ungkap Sanusi, mantan Wakil Bupati Malang kepada wartawan, Kamis (23/4/2021) di Malang.

Sementara Kepala DPMD Kabupaten Malang, Suwadji mengaku, pengadaan program aplikasi Si Jaka telah dilaporkan ke Bupati Malang. “Saya sudah melaporkan ke pak Bupati tentang pengadaan aplikasi Si Jaka ini. Informasi awalnya program Si Jaka bekerjasama dengan Kejaksaan untuk pengawasan penggunaan Dana Desa (Dana Desa)", jelas Suwaji yang merangkap Asisten I Pemkab Malang kepada wartawan di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim No.7, Kota Malang.

Menurut Suwadji, program pengadaan aplikasi Si Jaka dimaksudkan untuk melakukan pengawasan pengelolaan dana desa mulai perencanaannya, agar pemerintah desa terhindar dari permasalahan hukum akibat penggunaan DD. "Aplikasi Si Jaka pengelolaan dana desa mulai perencanaan dan pelaksanaannya sudah kelihatan, dan akan di dampingi oleh Kejaksaan, DPMD hanya mensosialisasikan saja", ujar Suwaji, mantan Camat Kepanjen.

Menurut Suwadji, pihaknya telah meminta ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Malang selaku pengacara negara untuk menerbitkan Legal Opinion (LO) atau pendapat hukum tentang program aplikasi Si Jaka. "Karena keterbatasan dari aspek regulasi, maka saya bersurat ke Kajari untuk meminta LO disebutkan pada dasarnya memang sebetulnya desa diwajibkan untuk melakukan transparansi penggunaan anggaran", kata Suwaji, mantan Kepala Bagian Humas Pemerintahan Kabupaten Malang.

Diketahui pengadaan aplikasi Si Jaka mendapat sorotan berbagai pihak, lantaran dalam pelaksanaannya, pihak desa diwajibkan untuk menanggung biaya pengadaan program aplikasi Si Jaka, yang masing-masing desa si haruskan setor uang sebesar Rp 9,5 juta oleh CV Citra Adi Perdana sebagai pemenang tender.(rik/bal/oskar)

0 komentar:

Posting Komentar