Selasa, 30 Maret 2021

23 Ormas dan Paguyuban Malang Raya; SEPAKAT PERNYATAAN LAWAN TERORIS

NAGiNEWS, MALANG- Sebanyak 23 Gabungan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Paguyuban Malang Raya menolak terorisme dan radikalisme yang digelar di RM Kertanegara, Jl. Kertanegara Nomor 1 Kota Malang, Senin (29/3/2021) tidak ada tempat bagi faham radikal maupun aksi terorisme di Malang Raya.


Penegasan yang disuarakan oleh Ormas dan Paguyuban sekaligus sebagai respon atas kejadian serangan bom bunuh diri di Gereja Kathedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021). Sejumlah tokoh dan perwakilan Ormas dan Paguyuban tersebut hadir dalam acara yang diawali dengan diskusi dan diakhiri pernyataan sikap tersebut. ”Pernyataan sikap kami, tergambar bahwa masyarakat Indonesia, khususnya Malang Raya menolak langkah-langkah ekstrem. Dalam agama apapun dan alasan apapun tidak membenarkan tindakan tersebut", ujar Imam Muslikh, penggagas acara yang juga Koordinator Malang Peduli Demokrasi (MPD) kepada wartawan.

Selanjutnya dikatakan Imam mengapresiasi antusiasme sejumlah pihak yang hadir dalam deklarasi damai. Hal itu membuktikan anggota masyarakat Malang Raya tidak menghendaki aksi-aksi terorisme dan ekstrimisme. “Kami harapkan setelah ini, kota-kota lain juga melakukan hal yang sama, berkonsolidasi dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah tentang apa yang mereka inginkan", harap Imam.

Pernyataan sikap menolak segala bentuk terorisme dan mengutuk aksi bom Gereja Kathedral di Makassar itu dihadiri berbagai kalangan dan Ormas dan Paguyuban antara lain Ormas Islam, Ormas Katolik/Kristen, organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, kalangan akademisi, Kemenag Kota Malang, TNI/Polri. Mereka sepakat menolak segala bentuk ekstrimisme maupun terorisme di Indonesia, khususnya di wilayah Malang Raya. (ans/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar