Kamis, 21 Januari 2021

Walikota Malang Sutiaji; KOTA MALANG ADA EMPAT JENIS WISATA

NAGiNEWS, MALANG - Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, terdapat empat jenis wisata di Kota Malang, yaitu wisata kota, wisata kuliner, wisata halal serta wisata heritage dan religi.

Walikota Malang, Sutiaji (Foto: Istimewa).

Dikatakan Sutiaji, Kota Malang mengembangkan kampung tematik yang paling terkenal dan paling banyak dijujuki wisatawan adalah Kampung Warna-Warni dan Kampung 3G. "Kota Malang juga menyimpan berbagai taman kota dan pusat perbelanjaan untuk jenis wisata kota", tutur Sutiaji, sedangkan untuk wisata kuliner, Kota Malang memang menyimpan berbagai kuliner khas, seperti bakso, orem-orem, keripik tempe.

Selanjutnya dijelaskan Sutiaji, wisata kuliner masuk dalam tiga besar subsektor ekonomi kreatif prioritas pada saat assesment dengan Bekraf. Malang sejak dahulu terkenal dengan ragam kulinernya, termasuk makanan olahan modern", ungkap Sutiaji baru-baru ini kepada wartawan.

Wisata halal, Sutiaji mengaku bahwa sektor wisata tersebut untuk menangkap peluang wisatawan mancanegara. "Banyak wisatawan dari berbagai negara yang tertarik dengan wisata halal. Potensi turis yang mencari wisata halal makin meningkat seiring menguatnya perekonomian di Asia dan Afrika", urai Sutiaji, maka perlu menangkap peluang ini dengan mengoptimalkan berbagai aspek.

Sedangkan potensi wisata heritage dan religi kata Sutiaji Kota Malang memiliki sejarah panjang sejak masih berupa kerajaan. Berbagai bukti peninggalan kerajaan masih ditemui di Kota Malang. "Tidak hanya itu, bangunan peninggalan Belanda juga masih banyak di Kota Malang. Sebagian dari bangunan itu sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya", jelas Sutiaji, Kota Malang punya warisan sejarah lengkap, mulai dari era kerajaan Hindu, Islam, kolonial, hingga era kemerdekaan.

Ironisnya pada pagi hari mengatakan kampung warna warni menjadi tempat wisata, siang harinya terjadi banjir hampir di seluruh Kota Malang termasuk kampung warna warni. Apakah ini, salah perencanaan tata kota, ataukah hanya menghambur dana APBN Perubahan sebesar Rp23 miliar hanya untuk membangun jalan, trotoar, tempat duduk di sepanjang jalan Basuki Rahmad merupakan wilayah  heritage. (rik/an/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar