Sabtu, 16 Januari 2021

Indra Tjahyono Terkena Serangan Jantung; MANTAN ANGGOTA DPRD KOTA MALANG MENINGGAL DI LAPAS LOWOKWARU

NAGiNEWS, MALANG KOTA- Berita meninggalnya mantan anggota DPRD Kota Malang Periode 2014-2019, Indra Tjahyono mengejutkan bagi keluarga, kawan-kawan yang mengenalnya dalam Lapas Kelas I Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (15/1/2021) pukul 04.30 WIB.

Mantan anggota DPRD Kota Malang Periode 2014-2019, Indra Tjahyono (Foto: Istimewa).

Menurut informasi dari anggota Partai Demokrat Fajar, Pak Indra tidak pernah terdengar sakit. Namun, pagi ini sekitar pukul 04.30 WIB dikabarkan meninggal dunia di dalam Lapas Lowokwaru Kelas I A Malang.

Menurut keterangan Kepala Lapas Lowokwaru Kelas 1 A Malang, Anak Agung Gede Krisna kepada wartawan, Pak  Indra Tjahyono meninggal dunia, karena sakit Jantung. Hal tersebut di lihat dari laporan kondisi klinis juga memiliki berbagai macam penyakit bawaan.

"Selama ini, Pak Indra selalu dalam pantauan petugas Poliklinik Lapas Lowokwaru. Tim dokter memperkirakan meninggalnya, karena Jantung. Meninggalnya tadi pagi, kurang lebih pukul 04.30 WIB", ungkap Gede Krisna, politisi Partai Demokrat ini, sakitnya ini memang banyak penyakit bawaannya, Jantung, Kencing Manis, Ginjal, dan dirawat rutin oleh pihak Poliklinik Lapas.

Selanjutnya dijelaskan Gede Krisna, dua hari sebelum diketahui meninggal dunia, Indra dilaporkan tengah menjalani pemeriksaan dan diberikan sejumlah obat. "Pagi ini,  informasi teman sekamar mandi. Dua hari yang lalu, terakhir pemeriksaan dikasih obat. Tadi pagi menurut informasi dari teman-teman sekamarnya yang bersangkutan masih kencing, terus tidur lagi. Nah, pas salat subuh, teman-temannya salat", ungkap Gede Krisna, kemarin ada keluhan sakit, yang bersangkutan tidak dibangunin.

Selanjutnya dijelaskan Gede Krisna, teman se kamar kembali dari salat subuh, barulah diketahui bahwa telah meninggal dunia. "Kami memastikan tidak ada indikasi Covid-19. Setelah salat subuh baru melihat, kok sudah meninggal. Biasanya ikut bangun, minum, beraktivitas lain sebagainya", papar Gede Krisna, teman-temannya telah dilakukan tracing tidak ada indikasi Covid.

Setelah dari Lapas Lowokwaru, keputusan keluarga jenazah langsung di bawah ke Rumah Titipan Jenazah Gotong Royong Kota Malang, dan Sabtu (16/1/2021) pagi jam 09.00 WIB acara penutupan peti pemakaman di Pekuburan Kristen daerah Sukun, Kota Malang. Selamat jalan saudaraku semua beban yang engkau pikul telah berkesudahan dan Tuhan telah menerimamu dalam Rumah Bapak di Sorga serta menjadi pendoa bagi kami yang masih berkelana di bumi ini. (rik/bala/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar