Rabu, 12 Agustus 2020

Bawaslu RI; ADA 10 DAERAH TINGKAT KERAWANAN KETIDAKNETRALAN ASN DALAM PILKADA 2020


NAGiNEWS-JAKARTA, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan mengatakan, ada 10 daerah yang tercatat memiliki tingkat kerawanan tertinggi soal ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020 lazim disebut Pilkada.
Hal ini, berdasarkan Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) Pilkada 2020.
 
Ketua Badan Pengawas Pemilu, Abhan.(Foto: Istimewa).
Menurut Abhan, ada 10 daerah yang  dikategorikan indeks kerawanan terkait dengan netralitas ASN cukup tinggi. "Ini IKP menjadi early warning bagi kami untuk menentukan strategi pengawasan," ujar Abhan saat mengisi webinar bertajuk "Menjaga Netralitas ASN di Pilkada 2020", Senin (10/8/2020).

Kesepuluh daerah yaitu,. Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kota Makassar, Kabupaten Lamongan, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Kabupaten Agam.

Dijelaskan Abhan, 10 daerah ini sengaja diumumkan untuk mengantisipasi agar ketidaknetralan terjadi secara masif. "Mohon maaf, kami sebutkan untuk melakukan upaya antisipasi agar persoalan netaralitas ASN di sana tidak terjadi secara masif," papar Abhan, mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah.

Selanjut Abhan mengatakan ASN memang berada pada posisi yang cukup sulit saat Pilkada. Para ASN kerap dibandingkan dengan TNI dan Polri yang tidak punya hak pilih. "Kalau ASN diminta netral, tetapi punyak hak pilih, sama halnya dengan penyelenggara Pemilu", ujar Abhan terlebih, dari 270 daerah penyelenggara Pilkada 2020, terdapat 224 petahana yang diperkirakan kembali mencalonkan diri.

Namun, menurut Abhan  kondisi tersebut belum sepenuhnya pasti. "Kita lihat pasca-23 September, setelah pencalonan apakah betul semua maju. Memang dari data kami potensi netralitas ASN kalah jika ada calon petahana. Abuse of Power petahana karena punya akses lebih", tutur Abhan, apalagi kalau di daerah incumbent pecah kongsi kemudian ditambah Sekdanya yang hampir pensiun mencalonkan diri, sehingga ASN harus betul-betul teguh menjaga netralitasnya.(yos/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar