Rabu, 12 Agustus 2020

Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin; 73 RIBU PEMILIH YANG DICORET DI PILPRES 2019 MUNCUL DALAM DAFTAR PEMILIH 2020


NAGiNEWS-JAKARTA, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya melakukan pengawasan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Daftar Pemilih (DP) Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota lazim disebut Pilkada 2020 ditemukan sebanyak 73.130 pemilih yang telah dicoret di Pemilu 2019 masuk dalam DP.
 
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Mochammad Afifuddin.(Foto: Iatimewa).
Dikatakan Afifuddin, ditemukan sebanyak 73.130 pemilih yang nyata-nyata telah dicoret dan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada Pemilu 2019, namun faktanya kembali terdaftar dalam daftar pemilih Model A-KWK Pemilihan 2020", kata Afifuddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2020) diterima para wartawan.

Untuk diketahui, daftar pemilih Model A-KWK merupakan hasil sinkronisasi dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan  (DP4) Pilkada 2020. Nantinya, daftar pemilih Model A-KWK inilah yang akan dijadikan dasar dalam menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan DPT Pilkada 2020.

Daftar pemilih model ini, menurut Afifuddin, seharusnya memuat pemilih yang Memenuhi Syarat (MS) dalam Pemilu 2019. Serta menghapus pemilih yang  TMS seperti meninggal dunia atau pemilih yang berstatus TNI polri. "Daftar pemilih Model A-KWK Pemilihan 2020, semestinya memuat seluruh Pemilih yang MS dalam Daftar Pemilih pada Pemilu 2019. Semestinya sudah menghapus pemilih yang TMS pada Pemilu 2019, misalnya pemilih yang telah meninggal dunia sebelum tahun 2019 dan pemilih berstatus TNI/Polri", ungkap Afiuddin, DP Model A-KWK Pemilihan 2020 semestinya memuat pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019.

Afifuddin menjelaskan pihaknya menemukan 23.968 pemilih yang MS tidak terdaftar dalam daftar pemilih Model A-KWK. Dengan adanya temuan tersebut pihaknya menduga KPU belum melakukan sinkronisasi data dalam menyusun daftar pemilih Model A-KWK. "Sebanyak 23.968 pemilih yang nyata-nyata telah memiliki hak pilih dengan MS dalam Pemilu 2019 serta terdaftar dalam DPK pada Pemilu 2019, namun faktanya tidak terdaftar dalam daftar pemilih Model A-KWK pemilihan 2020", papar Afifuddin, DPK Pemilu 2019 harusnya masuk kalau sudah sinkronisasi data pemilih terkahir, ternyata di A-KWK belum masuk.

Menurut Afifuddin, artinya dugaan keras kita, sinkronisasi antara data Pemilu terakhir dengan DP4 belum dilakukan KPU", tegas Afifudin. (yos/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar