Kamis, 30 Juli 2020

Polres Malang Selama 12 Hari; UNGKAP 53 KASUS KEJAHATAN


NAGiNEWS, MALANG - Polres Malang  selama 12 hari sejak tanggal 6 Juli hingga 17 Juli 2020 lalu, berhasil mengungkapkan 48 tersangka dari 53 Kasus kejahatan.Hal ini, dikemukakan Kapolres Malang AKBP Hendri Umar kepada wartawan yang meliputi di Mapolres Malang "Jumlah tersebut merupakan terbanyak kedua setelah Polrestabes Surabaya pada operasi Sikat Semeru", ungkap AKBP Hendri Umar.
 
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar Ungkap Rilis Hasil Operasi Sikat Semeru.
Dijelaskan Kapolres Malang dari jumlah kasus yang berhasil diungkap Polres Malang terdiri dari beberapa jenis kejahatan, diantaranya kejahatan Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), dan Pencurian dengan Kekerasan (Curas), pemerasan, dan sajam. "Kasus Curas ada sebanyak 25 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 15 orang, Curanmor ada 5 kasus dengan 5 tersangka, pemerasan 4 kasus dengan 8 tersangka, Sajam 13 kasus dengan 15 tersangka,” jelas Kapolres Malang,  ketika konferensi pers di Mapolres Malang, Rabu (29/7/2020).

Dikatakan AKBP Hendri, yang paling menonjol adalah kasus Curas dari kawasan Kecamatan Gondanglegi, dan Curanmor di daerah Kecamatan Dampit. “Selama ini,banyak laporan dari masyarakat di kawasan Kecanatan Gondanglegi terkait kasus penjambretan dan kasus Curanmor di Kecamatan Dampit. Operasi Sikat Semeru 2020, kita berhasil menangkap 1 orang pelaku penjambretan di Gondanglegi atas nama Boker dan dua orang pelaku Curanmor di Kecamatan Dampit,” ujarnya.

Adapun modus operandi, pelaku penjambretan di Kecamatan Gondanglegi, pelaku memberhentikan salah satu pengendara yang melintas di jalan raya, secara tiba-tiba dan merampas perhiasan milik korban. "Sedangkan modus operandi pelaku Curanmor di Kecamatan Dampit, kedua pelaku melakukan patroli di kawasan jalan umum. Kemudian setelah mendapat pengendara yang akan menjadi target", urai AKBP Hendri, mereka memberhentikan lalu memukulinya sampai terjatuh dan kemudian mengambil kendaraannya.

Menurut AKBP Hendri, kedua tersangka adalah komplotan. Mereka ini merupakan residivis dari kasus yang sama. "Sebenarnya, jumlah kasus kejahatan di Kabupaten Malang ditengah-tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) secara umum jumlahnya menurun dengan adanya kampung tangguh", kata AKBP Hendri, selama Covid-19, angka kejahatan menurun, karena adanya kampung tangguh.

AKBP Hendri menjelaskanjumlah saat ini merupakan Laporan Polisi (LP) tanggungan sebelum ada Covid-19, dan baru berhasil ditangkap pada operasi Sikat Semeru 2020.(rik/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar