Minggu, 12 Juli 2020

Muspida Kabupaten Malang; KUNJUNG PERUSAHAN ROKOK GUDANG BARU


NAGiNEWS-MALANG KEPANJEN, Muspida Kabupaten Malang meninjauan Kawasan Industri Tangguh Kabupaten Malang, di Perusahan Rokok (PR) Gudang Baru Jl. Probolinggo No. 168 Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2020).
 
Foto: Istimewa.
Kegiatan Muspida ini, dihadiri Bupati Malang Drs. HM. Sanusi, NM, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, SIK, MH, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol. Inf. Ferry Muzawwad MU, S.IP,  Pj. Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, serta para Kepala Badan, Kepala Dinas dan Kasi di Lingkungan Pemkab Malang ,Kepala Bakesbangpol yang juga Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Bachrudin, M.Si, MT, Kepala Dinas Tenaga Kerja Drs. Yoyok Wardoyo, MM, Kepala Dinas Kesehatan Drg. Arbani Mukti Wibowo, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Subur Hutagalung, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dr. Ir. Budiar, MSi, Kepala DPMD Drs. Suwadji, SIP., M.Si, Kepala Disperindag Drs. Agung Purwanto, MSi, Pimpinan PR. Gudang Barum, H. Usman, Management H. Sobier Ghofur, Direktur RS Wava Husada dr. M. Harum, Muspika Kepanjen Camat Abai Sakeh, S.Sos, MM, Kapolsek AKP Yatmo.

dr. M. Harun Dokter RS Wava Husada mengatakan, perkenalan diri sebagai salah satu penghubung antara PR Gudang Baru dengan RS Wava Husada. "Kami telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana protokoler untuk merubah kehidupan biasa menjadi kehidupan baru. Dengan selalu mendapatkan bimbingan dari Dinkes dan Pemerintah Daerah selalu sinergis dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga telah mempersiapkan bahkan sebelum pandemi yaitu ruangan kerja sudah disekat", jelas Harun, di pintu masuk ada petugas yg mengawasi untuk wajib masker dan karyawan yg tidak memakai masker akan disuruh pulang.

Pihak RS Wava mempersiapkan mobil Damkar dan apabila ditemukan gejala Covid-19 selalu koordinasi dengan Dinkes dan Muspika. "Kami mohon ketika Muspida nanti meninjau dapat memberikan saran, karena kami sadar dengan semua keterbatasan belum bisa mengawasi", ujar Harun, ketika karyawan pulang sudah disosialisasi dan edukasi.

Bupati Sanusi mengatakan tujuan Forkopimda silaturahmi dan meninjau/melihat bagaimana bangunan pabrik ini dlm menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan di masa pandemi ini. "Semua karyawan harus membatasi diri jangan sampai terkena, bila ada gejala segera diperiksakan dan tidak boleh masuk pabrik", kara Sanusi mengingatkan isolasi, sehingga Covid-19 bisa terkondisi dan tidak menyebar.

Dikatakan Sanusi sudah membeli mesin PCR nanti di RSUD Kanjuruhan tidak terlambat mendeteksi pasien yang kena Covid. "Yang jelas dalam penanganan Covid penekanan mulai tingkat pusat sampai bawah yg wajib mengenakan masker, sarung tangan jugs jaga jarak, karena virus itu menempel", ungkap Sanusi, PR Gudang Baru adalah tulang punggung ekonomi khususnya di Kepanjen.

Sanusi mengharapkan, jangan terjadi cluster baru, karena karyawan di PR Gudang Baru ada sekitar 3 ribu orang.

Sementara Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Ferty mengatakan selaku Dansatgas Covid-19 kemarin ada sedikit kejadian di Gudang Baru. "Saya koordinasi dengan Disnaker dan beliau langsung bergerak, karena tidak menginginkan ada cluster baru. Karena jika sampai terjadi ada yg meninggal dunia, maka ini tidak sejalan dengan Instruksi Presiden yang menyampaikan kehidupan harus seimbang antara ekonomi dan kesehatan", jelas Dandim Herry, jadi kesehatan jalan dan ekonomi juga harus tetap jalan. (rik/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar