Senin, 20 Juli 2020

Bupati Malang HM. Sanusi; MELANTIK DR. IR. WAHYU HIDAYAT, MM MENJADI SEKDA KABUPATEN MALANG


NAGiNEWS-MALANG, Akhirnya Bupati Malang HM, Sanusi melantik, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jl. KH Agus Salim, Kota Malang, Senin pagi (20/7/2020).
 
Bupati Malang HM, Sanusi melantik, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Malang.
Wahyu yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ditetapkan menjadi Sekda Kabupaten melalui proses seleksi yang cukup panjang. Sebelumnya Bupati Sanusi menunjukan Wahyu sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda tanggal 1 Juni 2020 menggantikan Ir. Didik Budi Muljono, MT,  berakhir masa jabatan bertepatan dengan pensiun dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Berselang tiga hari dilantik oleh Bupati Sanusi sebagai Pejabat (Pj) Sekda Kabupaten Malang selama satu bulan lebih yaitu sejak 4 Juni 2020 lalu.

Wahyu yang mempersunting istrinya Dra. Hj. Hanny Andriani, nantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) menyisihkan dua nama calon lainnya, yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Whedantara, dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Malang, Nurman Ramdanysah.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Kabupaten dihadiri yang mewakili Gubernur Jatim dan Sekda Propinsi Jatim, Pangdiv Kostrad Malang, Pompinan Lanud Abdulrahman Saleh, Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, Fokorpimda, Pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Pimpinan Partai Politik (Parpol), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), serta undangan lain dengan menerapkan Protokol Kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid19).

Bupati Malang HM Sanusi berpesan kepada Wahyu mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, agar selalu datang 15 menit lebih awal dari jam masuk kerja. “Tadi sudah berjanji Pakta Integritas tanpa teks, ketika di sumpah akan menjadi contoh yang baik. Ya salah satunya saya ingin datang 15 menit sebelum jam masuk atau jam 08.00 wib", nasehat Sanusi, yang juga mantan Wakil Bupati Malang, biar disiplin, merupakan pangkal dari berkinerja.

Hal ini, menurut Sanusi dilakukan agar dapat memonitor para ASN di lingkungan Pemkab Malang agar dapat lebih disiplin bekerja. "Yah seperti seorang guru Madrasah, Sekolah Dasar (SD). Guru Madrasah ke gerbang dan nyalimi murid. Sekda juga silahkan berdiri di pintu depan kantor kerja yang berada di Pendopo Agung atau Kantor Kepanjen", seloroh Sanusi, agar ASN yang datang bisa langsung di sapa, dan bisa memonitor langsung disambut ketawa para undangan.

Selanjutnya seorang Sekda harus mendamping bupati bila ke mana-mana seperti Sekda Propinsi Jatim yang selalu mendamping gubernurnya, agar bisa mengetahui permasalah di masyarakat. "Sekda itu, bisa membaca visi, misi dan membantu atau mendukung bupati dalam administrasi. Jangan sampe bupatinya masih bekerja, Sekdanya sudah pulang rumah", ujar Sanusi mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, jangan sampe Bupati ke Timur, Sekdanya ke Barat.

Wahyu mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang mengaku sudah sejak dulu ia mempunyai kebiasaan datang lebih awal 15 menit dari jam kerja. "Saya sudah dulu seperti itu. Intinya akan disiplinan memberi contoh kepada bawahannya”, tegas Wahyu, yang memiliki putri semata wayang Nabillah Febriana Dersanala, SH, MKN.

Dikatakan Wahyu mantan Kabid Perencanaan Pembangunan, Sarpas dan Lingkungan Hidup Bappeda Kabupaten Malang, penerapan datang 15 menit, akan lebih mempermudah mengetahui siapa ASN yang telat datang kerja. “Saya datang 15 menit sebelum jam 8 pagi, ketika masuk jam 8 saya minta Rekap dan mencatat sapa yang telat", ujar Wahyu, Kasie Tata Ruang dan Tata Guna Bappeda Kabupaten Malang.

Kalau ada ASN yang telat, Wahyu mewanti-wanti siap-siap ada sanksi. Sanksinya akan ditegur, jika telat satu kali. Kedua dan ketiga kali ditemukan telat kerja, sanksinya sama, yaitu teguran. "Jika telat empat kali akan kami beri sanksi berupa Surat Peringatan (SP)", jelas Wahyu meraih gelar doktor ilmu sosial di Universitas Merdeka.(rik/oskar)

0 komentar:

Posting Komentar