Jumat, 31 Juli 2020

Bupati Malang HM Sanusi; ANCAM CAMAT YANG TIDAK BECUS TANGANI COVID-19 AKAN DICOPOT


NAGiNEWS-MALANG, Bupati Malang HM Sanusi memberi peringatan dan mengancam kepada jajaran Camat dan Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) menangani Corona Virus Disease 2019 tidak becus akan dicopot atau dimutasikan, bahkan nonjob. Diharapkan lebih giat dalam bekerja terutama dalam percepatan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing.

Foto: Istimewa.
Sanusi mengatakan dalam kurun waktu sekitar dua pekan mendatang, kinerja para Camat, Kepala Dinas dan semuanya yang kurang greget untuk melaksanakan penanganan Covid-19, dalam menjalankan protokol kesehatan itu akan dievaluasi. Hal ini,  ditegaskan Sanusi, kepada wartawan usai rapat evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, Kota Malang, Kamis (30/7/2020).

Berdasarkan instruksi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), menurut Sanusi dirinya berhak untuk melakukan evaluasi kepada jajaran Camat dalam upaya mengatasi penyebaran Covid-19 tersebut. ”Instruksi Kemendagri itu, bupati diberi kewenangan untuk melakukan evaluasi itu, apabila memang terpaksa harus melakukan mutasi karena alasan kurang greget saat menangani Covid-19, itu juga akan diizinkan", ungkap Sanusi yang diusung oleh PDIP sebagai Bakal Calon (Bacalon) Bupati bersama Bacalon Wakil Bupati Malang Tahun 2020 Didik Gatot Subroto Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Dikatakan  Sanusi mantan Wakil Bupati Malang, akan melakukan mutasi jika jajaran camat dianggap tidak becus menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayahnya, agar dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan. "Kemarin mutasi jajaran camat, juga terkait dengan penanganan Covid-19, makanya Mendagri menyetujui untuk dilakukan mutasi. Dengan kondisi sekarang setelah adanya mutasi kemarin itu, bisa di lihat sudah ada beberapa daerah yang zero kasus covid-19", harap Sanusi,  mulai adanya perubahan yang nyata.

Menurut Sanusi, evaluasi rencananya akan dilakukan secara intensif selama 15 hari ke depan dan dimulai pada hari ini (Kamis 30/7), dan mutasi itu menunggu evaluasi dari Mendagri. "Saat ini, Kapolres Malang dan Dandim (0818/Kabupaten Malang-Kota Batu) dan pihak kementrian akan melakukan evaluasi. Ini bukan ancaman, ini kewajiban, makanya sebelum  dikukuhkan menjadi camat, sampaikan bahwa menjalankan tugas itu jangan dianggap beban. "Jika, dianggap beban pasti berat, tapi kalau ini dianggap sebagai tugas negara, pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)," pesan Sanusi mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, tidak ada yang berat dan dilakukan dengan penuh keyakinan akan berhasil. (rik/bala/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar