Sabtu, 06 Juni 2020

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah; CAIRKAN DANA HIBAH PILKADA KEPADA KPU DAN BAWASLU


NAGiNEWS-JAKARTA, Pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota lazim disebut Pilkada tanggal 9 Desember 2020, dan tahapan lanjutan mulai tanggal 15 Juni 2020, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta para 270 kepala daerah yang menggelar Pilkada serentak 2020 segera mencairkan dana hibah Pilkada kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu. Dana hibah itu, disepakati melalui Naskah Perjanjanjian Hibah Daerah (NPHD) diperuntukkan untuk penyelenggaraan pilkada.
 
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.(Foto:Istimewa).
Mendagri Tito menyampaikan hal ini, saat menggelar Rapat Koordinasi melalui Video Conference (Vidcon) terkait Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020, Jumat (5/6/2020) pagi di Jakarta. "Tolong rekan-rekan kepala daerah, usulan atau NPHD yang sudah disepakati segera dicairkan, berapapun dicairkan kepada penyelenggara KPU maupun Bawaslu Daerah", pinta Tito,  mantan Kapolri, dalam keterangan resminya.

Dana itu, kata Tito harus segera dicairkan agar penyelenggara Pemilu memiliki waktu untuk mulai melaksanakan tahapan yang direncanakan 15 Juni 2020. "Agar pelaksanaan Pilkada dan pencairan Dana Hibah Pilkada tidak dipersulit dengan nuansa kepentingan dan politik transaksional", ujar Tito, mantan Kapolda DKI Jakarta.

Pilkada di 270 nantinya akan menjadi Pilkada serentak terbesar di Indonesia. Tito berharap Pilkada yang digelar tahun ini memiliki potensi berimbas pada stabilitas politik nasional meski digelar pada skala lokal. "Jangan sampai terjadi transaksional, politik kepentingan kepada penyelenggara dari rekan-rekan kepala daerah, tolong ini, sekali lagi politik memang iya politik lokal, tapi kalau untuk kepentingan nasional, saya kira kita harus satu pemikiran yang sama," kata Tito, sebelumnya dana hibah Pilkada serentak 2020 ini menjadi salah satu persoalan di kalangan penyelenggara Pemilu. (yos/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar