Senin, 08 Juni 2020

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar; SIAP MENGAMANKAN BERSAMA BAWASLU DAN KPU SEMUA TAHAPAN PILKADA

NAGiNEWS-MALANG KEPANJENG, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, SIK, MH, mengatakan siap membantu dalam rangka mengamankan kegiatan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang dan jajarannya sampai ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) semua tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2020 lazim disebut Pilkada. Karena itu, sudah menjadi tugas kepolisian baik diminta maupun tidak diminta.


Hal ini, dikemukakan AKBP Hendri pertemuan/silahturahmi Ketua dan Anggota Bawaslukab Malang, setelah hampir dua bulan dilantik dan bertugas di Kapolres Malang, Selasa (9/6/2020) jam 08.30 wib  di Ruang Kerja Kapolres Malang. Bawaslukab Malang Ketua Mohammad Wahyudi sekaligus Kordiv Pengawasan, George da Silva (Kordiv Pelanggaran Penindakan, Abdu Allam Amrullah (Kordiv Penyelesaian Sengketa), Muh Hazairin (Kordiv Hukum), bersama Waka Polres Kompol Toni, Kaops, Kasat Intel dan jajaran Polres Malang.


AKBP Umar mengatakan, pihak kepolisian siap menjankan tugasnya untuk membantu, mengawal Bawaslu dan KPU dan jajarannya (ad hoc). "Kami siap membantu petugas Bawaslu dan KPU, bila tahapan sudah mulai sampai tahap berakhirnya. Ada 33 Polsek personilnya siap membantu mengawal", ujar AKBP Umar, kami juga masih menunggu Peraturan KPU yang baru tentang tahapan, dan siapkan personil.


Dikatakan AKBP Hendri, pihaknya tahap pertama akan membantu mengawal tahapan Verifikasi Lapangan (Verlap) Calon Perseorangan yang tertunda akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Cobid-19). "Kami akan melakukan kordinasi dengan KPU dan Bawaslu terkait teknis di lapangan, karena kita harus memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah", ungkap AKBP Hendri, masih ada tujuh kecamatan yang masuk zona merah, tetapi sekarang tinggal tiga masih zona merah yaitu Kecamatan Lawang, Singosari, dan Karangploso.

Sebelumnya Ketua Bawaslu Wahyudi menjelaskan, ada kesulitan di kecamatan dan desa yang termasuk zona merah membatasi atau menutup akses masuk dalam rangka akan mulainya tahapan Verfal. "Kami juga, masih menunggu PKPU nya, tetapi rencananya tanggal 25 Juni sudah mulai tahapan dengan melakukan Verfal, dan perangkat ad hoc Panwaslu, Pengawas Pemilu Desa (PPD) segera diaktifkan", kata Wahyudi, Bawaslu dan jajaran sudah siap untuk melakukan Verfal.

Diungkapkan Wahyu, jika akses masuk ke lokasi pada saat Verfal tidak dapat dilakukan oleh KPU, Bawaslu, dan Tim Malang Jejeg Calon Perseorangan yang telah lolos Verifikasi Administrasi bisa menjadi masalah. "Apabila tidak bisa akses, maka bisa timbul proses sengketa, jika teknik sampling atau dari rumah ke rumah Verfal", ungkap Wahyudi, alasan Tim Malang Jejeg yang mendamping tidak dapat melihat terjadinya Berfal dan ini bisa masuk ranah sengketa.

Kapolres Malang dan Bawaslu bersepakat untuk mengamankan kegiatan setelah PKPU diterbitkan, dan teknisnya bagaimna di lapangan serta akan berkoordinasi dengan penyelenggara Pilkada, agar prosesnya berjalan aman, lancar. (rik/bala/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar