Selasa, 02 Juni 2020

Daniel Rohi : Urgensi Aktualisasi Nilai Pancasila Menghadapi Covid-19


NAGiNEWS-SURABAYA, Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020, Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penegasan tersebut disampaikan seusai menjadi nara sumber Diskusi Daring memperingati Hari Lahir Pancasila, yang digelar DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya (senin 1/6), bahwa  penguatan nilai-nilai gotong royong dalam tindakan adalah sangat penting untuk  menghadapi  pendemi  Covid-19.
 
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi.
Daniel Rohi yang menjabat Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jatim  mengajak masyarakat, untuk mengenang jasa besar  Bung Karno sebagai bapak bangsa,yang telah menggali dan merumuskan Pancasila, sehingga Pancasila efektif untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang sangat beragam,menjadi dasar Negara  sekaligus sebagai way of life atau pandangan dan pedoman hidup.

“Pancasila adalah karya agung dan warisan terbesar beliau untuk menjamin bahwa bangsa Indonesia  tetap utuh dalam keberagaman dan memiliki konsep yang jelas untuk menapaki masa depan. Pancasila sebagai ideologi, salah satu fungsinya adalah sebagai bintang penuntun untuk membawa Indonesia ini kepada cita-cita,” ujar politisi asal PDI Perjuangan ini.

Menurut Bung Karno, lanjutnya, inti dari Pancasila adalah gotong royong. Membangun Indonesia adalah  membentuk suatu  masyarakat yang menjadikan  gotong royong sebagai cara hidup bersama, dengan mendahulukan kebersamaan dan juga persatuan.

Daniel menilai, tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yakni “Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju”, sangat relevan. Khususnya dalam menghadapi virus corona (Covid-19).

“Dalam menghadapi Covid-19 ini kita semua sadar bahwa setiap orang tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerjasama antara pemerintah denga masyarakat,antara kelompok  masyarakat satu dengan kelompok masyarakat lainnya. Disinilah gotong royong menjadi penting,” tandasnya.

Ia mengakui bahwa nilai gotong royong semakin hari semakin tergerus dengan berkembang atau kuatnya pengaruh dari globalisasi yang dominan dipengaruhi oleh pandangan neo liberal yang didasari individulisme yang sangat transaksional. Namun, Pancasila mengajarkan masyarakat agar bekerjasama, gotong royong, bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama, termasuk menghadapi Covid-19.

“Ukuran keberhasilan bukan bagaimana setiap orang survive untuk dirinya sendiri, melainkan saling bergandengan tangan untuk menghadapi persoalan bersama" ujarnya.
Pemahan gotong-royong dari pidato Bung Karno 1 Juni 1945. Ia mengutip, aktualisasi nilai luhur itu ditemukan dalam perasaan berkeringat bersama,tindakan banting tulang bersama. “Bung Karno jug menyampaikan, gotong royong ditunjukkan dalam amal untuk kepentingan bersama dan dalam tindakan saling membantu,” ujar Daniel Rohi.

Untuk terus membumikan Pancasila, Anggota Komisi B DPRD Jatim menilai perlunya pendidikan dan sosialisasi terkait moral Pancasila pada generasi muda melalui pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi dan sikap keteladanan dari para pemimpin di semua level.

“Nilai-nilai Pancasila itu bukan saja menjadi teori dan sekedar  seremoni, tetapi juga diaktualkan menjadi aksi nyata, sehingga generasi muda itu bisa punya contoh bahwa Pancasila itu ternyata bisa dipraktikkan. Ia bukan ideologi yang kaku, tetapi ideologi yang hidup dan menghidupkan setiap orang yang menganut ideologi tersebut,” katanya.

Daniel menambahkan, kebijakan pemerintah juga harus merupakan implementasi dari nilai-nilai Pancasila yang berpijak pada kepentingan rakyat banyak bagi terwujudnya keadilan sosial (red)

0 komentar:

Posting Komentar