Selasa, 05 Mei 2020

Kursi Sekda Kabupaten Malang Kosong 1 Juni 2020; PARA PIMPINAN OPD PUNYA PELUANG YANG SAMA


NAGiNEWS-MALANG KEPANJEN,Para pejabat Pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang semua punya peluang dan kesempatan yang sama  maju sebagai Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang menggantikan Sekda Didik Budi Muljono, tanggal 1 Juni 2020 memasuki pensiun.
Sekda Didik Budi Muljono.(Foto:Istimewa).
Sebelum melepas jabatannya sebagai Sekda Didik diberi tugas sebagai Ketua Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baparjaka) oleh Bupati Sanusi membantu Tim Pantia Seleksi (Pansel) Sekda memproses kelancaran proses seleksi.

Bupati Malang, HM. Sanusi menegaskan, bahwa dirinya meminta agar Tim Pansel menyelesaikan seluruh proses hingga keluar nama paling banyak tiga orang untuk menduduki jabatan sekda di akhir Mei 2020.

Berbagai sumber yang dihimpun wartawan NAGiNEWS, para kandidat Sekda itu adalah Wahyu Hidayat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tomie Herawanto, dan Kepala Badan Kepegawaian,  Pengembang Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nurman Ramdansyah, Budiar (Kepala Dinas Pertanian), Rahmat (Kepala Dinas Pendidikan), Hidyat (Kepala Badan Penelitian), sejumlah Staf Ahli Bupati Malang, dan semua Asisten pada Sekda Kabupaten Malang.

Nama-nama ini, dipantau atas pengalaman mereka sebagai ASN pernah menjabat lebih dari satu OPD berbagai syarat maju sebagai calon Sekda dengan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIb) atau Jabatan Fungsional jenjang Ahli Madya paling singkat 2 (dua) tahun. Atau, memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling kurang selama 5 (lima) tahun, dan persyaratan lainnya.

Wahyu Hidayat, bahwa dirinya sebagai ASN selalu siap bila pimpinan memerintahkannya untuk mengikuti seleksi calon Sekda. "Sebagai ASN bila ada perintah pimpinan tentu saya bersedia", ungkap Wahyu, mantan Camat, yang siap seperti air mengalir.

Kelihatan Wahyu mendapat  dukungan oleh berbagai unsur termasuk Forpinda, secara persyaratan memang memenuhi persyaratan Sekda.

Sebagai figur Sekda harus memenuhi syarat yaitu, bisa mengayom dan membina ASN secara profesional karena akan menjabat sebagai Pembina.

Kriteria lain, Sekda sebagai support system atas pekerjaan bupati, berpendidikan minimal S2, dan pernah memimpin wilayah (camat).

Mencuatnya nama Wahyu, walau terkesan menyerahkan nantinya pada Pansel, dan Sanusi terlihat menyetujuinya sebagai seorang pimpinan. "Saya serahkan ke Pansel. Siapapun yang terbaik bagi Kabupaten Malang akan didukungnya", janji Wahyu, mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang.

Terpisah Nurma menyatakan siap apabila diberi kesempatan mendaftarkan sebagai Sekda. "Saya sebagai ASN maupun bawahan dari Bupati selalu siap", ujar Nurman mantan Kepala Biro Hukum Pemkab Malang, yang sementara menyelesaikan Tesis doktornya.  (rik/bala/oscar).

0 komentar:

Posting Komentar