Minggu, 31 Mei 2020

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; MENYERAHKAN BANSOS 621 PAKET UANG 130 JUTA MENYUSUL 5.000 PAKET KEPADA MAHASISWA FLOBAMORA NTT


NAGiNEWS-MALANG KOTA, Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolik paket Bantuan Sosial (Bansos) kepada delapan Mahasiswa Asal Flores Timur (Flotim), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari jumlah 621 orang dan uang tunai Rp 200 ribu per orang (Rp  130 juta). Selanjutnya dalam minggu ini menyusul 5.000 lebih paket Bansos dan uang tunai Rp 1 miliar lebih kepada mahasiswa asal Flobamora NTT.



Penyerahan ini, sebelum pembahasan evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai pemberlakuan di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu), Minggu (31/5/2020) di Aula Bakorwil Malang, Jl. Jakarta, Kota Malang. Paket sembako berisi lima kilogram beras, supermi instan, gula pasir, minyak goreng, masker, hand sanitizer, vitamin C, dan uang Rp 200 ribu perorang.


Gubernur Khofifah didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Pangkordiv II Kostrad Malang Mayjen TNI Tri Yuniarto, Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran, Sekretaris Daerah (Sekda) Propinsi Jatim dalam penyerahan Bansos. Hadir pada acara itu, Korem Baladhika Jaya Malang Kol Inf Zainudin, Bupati Malang, HM. Sanusi, Walikota Malang Sutiaji, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Polresta Malang Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata Permata, Polresta Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Dandim Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Dandim Malang-Batu Letkol Inf. Fery Muwazzad, dan jajaran Polda Jatim, Pangdam V Brawijaya.


Pada kesempatan itu, testimoni dari Mahasiswa Unitri Malang, Erni Kelen salah satu penerima Bansos menyampaikan sehubungan dengan Pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mewabah di tanah air, termasuk di wilayah Malang Raya dan pemberlakuan PSBB, sehingga menyebabkan orang tua kami para mahasiswa asal Kabupaten Flotim, Propinsi NTT yang kuliah di 48 Perguruang Tinggi/Akademi tidak dapat mengirimkan uang belanja sejak bulan April 2020 sampai sekarang. "Selain itu, mahasiswa tidak dapat pulang ke daerah  asalnya, karena ada larangan dari pemerintah dan kebanyakan orang tua kami sekitar 75 persen adalah petani tidak dapat menjual hasil kebunnya", ujar Erni, mahasiswa Fisipol, karena itu bantuan dari Ibu Gubernur sangat menolong.


Selanjutnya dijelaskan Erni, selama ini kami mendapat Bansos dari Posko Peduli Covid-19 Mahasiswa Malang Raya Flobamora NTT yang didirikan oleh orang tua yang tinggal di Malang Raya. "Kami merasa sangat tertolong dengan bantuan yang berupa beras, supermi instant, gula pasir, minyak goreng, teh celup", ungkap Erni, sudah sekitar 1.500 paket bantuan yang dikeluarkan, selain untuk kalangan sendiri juga bantuan inj diberikan kepada mahasiswa Maluku, Kalimantan, DKI, dan Jawa Tengah.

Posko Flobamora beralamat Ruko 572B Tidar, Jl. Raya Candi, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang kata Erni, sehari membuka pendaftaran melalui online berjumlah 5.000 orang lebih, akhirnya ditutup sementara. "Informasi dari Ketua Organisasi Daerah (Orda) 24 Kabupaten/Kota di NTT jumlah mahasiswa ada sekitar 17 ribu sampai dengan 20 ribu orang yang tersebar 48 PT/Akademi di Malang Raya", papar Erni, dan menyampaikan salam dan terima kasih dari Pak Frans Lebu Raya mantan Gubernur NTT kepada Ibu Khofifah yang telah membantu para mahasiswa asal NTT.

Pada penutup testimoninya, Erni menyampaikan kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah perhatian, bantuan dan kepedulian atas para Mahasiswa Flotim NTT di Malang Raya. "Kami atas nama mahasiswa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tuhan memberkati", kata Erni, dan pada kesempatan itu menyematkan selembar selendang tenunan asal NTT kepada Khofifah sebagai tanda terima kasih.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga berterima kasih kepada Pak Frans. Mendengar masih ada sekitar 5.000 lebih mahasiswa yang belum dapat bantuan, langsung meminta BPBD Propinsi Jatim mencatat dan segera memberikan bantuan. "BPBD segera merealisasikan bantuan dalam minggu ini. Ade-ade mahasiswa jangan melihat dari jumlah dan jenis bantua, tetapi ini dalam bentuk kepedulian pemerintah Propinsi Jatim", ungkap Khofifah mantan Menteri Sosial, bantuan ini juga kan dibagikan kepada mahasiswa lain, tetapi bantuan kali ini diberikan kepada mahasiswa Flotim.

George da Silva, salah satu Tim Pengarah Posko Peduli Covid-19 yang mendampingi mahasiswa menyatakan terima kasih atas bantuan dari Ibu Gubernur. "Saya merasa heran dan kaget  barusan kirim surat kemarin sore sekitar jam 17.00 wib kepada Ibu Khofifah, lansung respon balik mendapat telepon dari ajudan guubernur  dan Pak Anom Kepala Balitbang Propinsi Jatim, serta staf BPBD Jatim diminta menyiapkan 10 orang mahasiswa menerima Bansos langsung dari Ibu Gubernur dan kami akan mengantar Bansos sebanyak permintaan yaitu 621 paket ke Posko", ungkap George sebagai salah satu orang tua asal Flotim NTT, merasa terharu atas begitu cepat responnya.

Pada kesempatan ini, George mengucapkan terima kasik kepada Pak De Karwo mantan Gubernur Jatim dan Pak Frans inisiatif melakukan koordinasi dan komunikasi secara intens dengan Bu Khofifah. "Tanpa peran dari kedua beliau, bantuan ini belum dapat terealisasi secepat ini. Orang tua Flobamora NTT mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pak De Karwo, Pak Frans dan Pak Sely di Bali yang telah membatu sampai terealisasi", tutur Geroge, dan Bansos 5.000 lebih paket ini, juga atas peran Pak De Karwo dan Pak Frans. (rik/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar