Minggu, 10 Mei 2020

Bupati Malang HM Sanusi; TIDAK SELURUH KECAMATAN DITERAPKAN PSBB HANYA ZONA MERAH


NAGiNEWS-MALANG, Bupati Malang, HM. Sanusi mengatakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) memutuskan mata rantai  pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-29) di wilayah Kabupaten Malang tidak diterapkan seluruh kecamatan. Hanya kecamatan yang kategori sebagai zona merah, yakni 12 Kecamatan dari 33 Kecamatan.
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto:Istimewa).
Menurut Sanusi, PSBB hanya diterapkan di kecamatan yang zona merah yang ada pasien positif Covid-19. Hal ini, perlu PSBB menekan laju penyebarannya. "Ada 12 kecamatan. Kebanyakan kecamatan di Malang Utara,” ujar Sanusi kepada wartawan, seusai membagikan Bantuan Sosial (Bansos) di Kecamatan Tirtoyudo Minggu (10/5/2020) siang.

Dijelaskan Sanusi, penerapan di kecamatan yang termasuk PSBB bersifat tegas. Jika, ada warga yang melanggar peraturan PSBB seperti berboncengan di sepeda motor, tetapi tidak dalam satu rumah akan disuruh pulang oleh pihak berwajib. "Atau orang yang tidak pakai masker, ketika ke luar rumah pasti disuruh pulang sama Polisi itu yang berada di zona merah dan termasuk PSBB", tandas Sanusi mantan Wakil Bupati Malang, jadi sifatnya ini langsung ditindak dan ada sanksinya karena termasuk PSBB.

Selanjutnya dijelaskan Sanusi sedangkan bagi kecamatan yang tidak termasuk PSBB peraturan-peraturan tersebut hanya bersifat himbauan. "Jika, yang ada di zona hijau itu, ya sifatnya himbauan saja tidak ada pelarangan atau pembatasan seperti di zona merah", ungkap Sanusi mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Ketika ditanyakan apakah ada pembatasan antar kecamatan yang termasuk PSBB dan tidak, menurut Sanusi tidak ada pembatasan antar kecamatan Kabupaten Malang. “Yang ditutup aksesnya itu masuk Malang Raya, tidak antar kecamatan. Jadi, fokus adalah menekan jumlah pendatang yang dari luar daerah (Malang Raya)", tutur Sanusi, semuanya akan diterapkan sesuai protokol kesehatan Covid-19. (rik/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar