Kamis, 07 Mei 2020

Bupati Malang Bukan Menolak PSBB; PIKIRKAN DAMPAK EKONOMI DAN SOSIAL PENDUDUK 3 JUTA ORANG


NAGiNEWS-MALANG KEPANJEN, Melawan dan memcegahnya pandemi Corona Virus Desease 19 (Covid-1), Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan lebih khawatir pada dampak ekonomi dan sosial, karena jumlah penduduk Kabupaten Malang sebanyak 3 juta lebih darpida memikirkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Malang Raya.

Bupati Sanusi menanggapi apakah dalam waktu dekat akan adanya pemberlakuan PSBB di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu). "Soal tidak jadinya Kabupaten Malang mengajukan PSBB itu, ada kriteria yang sangat ketat untuk pemberlakuan suatu wilayah yang akan dilaksanakan PSBB", tegas Sanusi, mantan Wakil Bupati Malang, kepada wartawan, Kamis (7/5/2020) siang.

Selanjutnya dikatakan Sanusi pihaknya akan ikut saja kepada Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu mengusulkan PSBB, yang sudah difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur dalam pertemuan di Kantor Bakorwil Malang. "Sudah jelas syarat pengajuan untuk diberlakukan PSBB. Apalagi wilayah Kabupaten Malang sangat luas dan masyarakatnya hidup terpencar di beberapa kecamatan", papar Sanusi, Kabupaten Malang terdiri dari 33 Kecamatan, 12 Kelurahan, dan 378 Dess dengan penduduk 3 juta lebih.

Sanusi membeberkan bahwa Pihaknya tetap berkoodinasi dengan Pemda Kota Malang, Kota Batu, dan Pemprop Jatim. "Sementara menunggu persetujuan dari  Menteri Kesehatan untuk pemberlakuan PSBB, lebih baik menggunakan cara PSBB di setiap desa yang terindikasi Corona apakah dalam kondisi masyarakatnya ada yang kategori positip, atau dalam pemantaun menerapkan sesuai urgennya kondisi dan situasi desa",  jelas Sanusi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pihak Kodim dan Kapolres untuk membantu tenaga aparatnya.

PSBB ala desa yaitu dengan melakukan PSBB Mandiri yaitu keluar masuk orang melalui satu pintu akses ke desa. "Ada petugasnya yang menjaga dibagi per shiff sepanjang hari selama 14 hari. Hal ini, cara lebih tepat sasaran, sehingga warga yang datang/masuk ke desa benar-benar ada kepentingan yang mendesak. Petugas terdiri dari Babinkantikmas, Babinsal, dan anggota masyarakat menjaga secara bergilir dan masyarakat harus memaksi masker. (rik/bala/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar