Kamis, 16 April 2020

Jika Pilkada Jadi 9 Desember 2020; BAWASLU MINTA ADA PROTOKOL CEGAH PENULARAN COVID-19 DI SETIAP TPS


NAGiNEWS-JAKARTA, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu), Mochamad Afifuddin mengatakan, pihaknya megusulkan protokol pencegahan penularan Covid-19 tetap diberlakukan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS),  jika pemungutan suara pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota lazim disebut Pilkada jadi digelar pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu), Mochamad Afifuddin(Foto: Istimewa).
Dijelaskan Afifuddin, hal ini perlu dilakukan karena akan ada perjumpaan fisik saat pemungutan suara. "Jika Pilkada jadi digelar Desember, dan semoga saat pandemi Covid-19 sudah berakhir, tetap harus ada SOP saat masuk TPS, jaga jarak, pakai masker, juga keberadaan hand sanitizer, sabun dan sebagainya", harap Afifuddin dalam diskusi yang digelar secara daring oleh JPPR pada Rabu  (15/4/2020) di Jakarta.

Menurut Afifuddin, antrean sebelum masuk ke dalam TPS juga perlu diperhatikan. "Merujuk kepada pemungutan suara Pemilu 2019, penyelenggara Pemilu harus mengurangi antrean dengan cara mengurangi jumlah pemilih per TPS", kata Afifuddin, setelah terjadi pandemi Covid-19 antrean pemilih tentu menjadi perhatian lebih bagi penyelenggara.

Kondisi saat ini, menurut Afifuddin tentu ada dampak pembiayaan atau anggarannya, sehingga juga perlu dipikirkan. "Walaupun begitu, kita semua harus saling menguatkan. Karena situasi ini, merupakan musibah yang menyebabkan ketidaknormalan proses Pilkada", tegas Afifuddin, mantan lembaga  pemantau Pemilu. (yos/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar