Sabtu, 25 April 2020

Dilarang Masuk Kota Surabaya; WARGA TANPA KEPENTINGAN MENDESAK 27 APRIL 2020 PEMBERLAKUAN PSBB


NAGiNEWS-SURABAYA, Siapa saja  yang tidak punya kepentingan mendesak dilarang masuk ke wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim),  saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal 28 April hingga 11 Mei 2020.
Pemeriksaan kendaraan bermotor di Jalan Ahmad Yani dekat Bundaran Waru atau perbatasaan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. (Foto: Istimewa).
Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 19 (Covid-19) Surabaya, Eddy Christijanto, Jumat, (24/4/2020) mengatakan di 17 pos perbatasan Kota Surabaya PSBB akan dilakukan check point bagi warga yang hendak masuk Surabaya. "Nanti akan dicek tujuannya apa. Kalau tujuannya atau kepentingannya tidak terlalu darurat, maka kami akan meminta untuk balik lagi, dan akan kami sampaikan bahwa Surabaya sedang menerapkan PSBB", tegas  Eddy, apalagi berbagai fasilitas umum banyak yang tutup.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebetulnya jauh hari sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk pemeriksaan kendaraan yang keluar masuk di 17 titik perbatasan Kota Surabaya. Hanya saja, SE tersebut tidak mengatur sanksi bagi warga yang melanggar. "Jadi, sudah ada PSBB nanti sanksi akan ditingkatkan lebih tegas", ujar Eddy, perbedaan SE Walikota Surabaya tentang Penanganan Covid-19 dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Surabaya hanya terletak pada poin sanksi.

Lanjut Eddy, jika SE tidak ada sanksinya, tapi kalau Perwali dilengkapi sanksi apabila melanggarnya. Sedangkan untuk yang lain sebenarnya sama, dan itu sudah diterapkan sesuai dengan SE Walikota Surabaya", tutur Eddy, saat menjalankan PSBB memastikan Pemkot Surabaya bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan jajaran, TNI, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait.

Eddy meminta seluruh masyarakat untuk mematuhi PSBB yang akan dilakukan selama 14 hari nanti. "Hal ini, dilakukan semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya", harap Eddy, dan ini harus dilakukan bersama-sama.

Terpisah Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser mengatakan Perwali PSBB 16/2020 telah ditandatangani Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tanggal 24 April 2020. "Sebenarnya pelaksanaan dari Perwali itu tercantum dalam berbagai SE Walikota Surabaya yang sudah diedarkan dan disosialisasikan kepada masyarakat sejak jauh-jauh hari. Dalam SE itu, tercantum detail protap-protap dan protokol-protokol yang harus dilakukan", tandas Fikser, masing-masing unit, untuk mencegah dan menangani wabah Covid-19. (ant/dom/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar