Kamis, 23 April 2020

Anggota DPRD Jatim Daniel Rohi; PASAR MURAH JANGAN MENJADI PESAING PASAR TRADISIONAL


NAGiNEWS- SURABAYA, Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur, Komisi B dari Fraksi PDI-Perjuangan, Daniel Rohi saat melaksanakan Sidak  dampak pandemi Corona Virus Desease 19 (Covid-19) mengatakan pasar murah sangat berimbas di sektor ekonomi, masyarakat yang berada pada kelas menengah ke bawah. Mereka mulai merasakan sulitnya memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.
Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur, Komisi B dari Fraksi PDI-Perjuangan, Daniel Rohi melaksanakan Inspeksi Mendadak Ke Lokasi Pasar Murah Pemprov Jaatim.
Menurut Daniel, pemasukan dari mereka mengalami penurunan,  sehingga daya beli untuk kebutuhan memenuhi ekonomi keluarganya bisa dikatakan mengalami kesulitan. "Pemprop Jatim, kemarin mulai menggelar pasar murah bagi warga yang terdampak Covid-19", ujar Rohi, pasar murah lumbung pangan Jatim yang akan menyediakan harga murah mulai dari Beras, Gula, Minyak Goreng dan lain lain.

Sayangnya, menurut pemantauan Daniel kegiatan pasar murah yang seharusnya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan kemampuan mudah untuk mendapatkan Sembako dinilai kurang memperhatikan himbauan protokol kesehatan Covid-19", tutur Rohi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, sehingga mengkritis sistem dan mekanismenya.

Daniel mengatakan, Peluncuran program Pemprop Jatim, Lumbung Pangan Jatim dinilai belum maksimal mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan berpotensi merugikan pedagang kecil. "Pasar murah yang digelar Pemprop Jatim, kemarin diwarnai sedikit insiden yakni kepadatan antrean ratusan masyarakat. Padahal, di masa pandemi Covid-19 harus menjaga jarak adalah keniscayaan, untuk menghindari risiko penularan, dan ini perintah pusat", ungkap Daniel, kejadian ini sangat disayangkan ketika melakukan peninjauan di lokasi tempat digelarnya pasar murah.

Setelah mendapat penjelasan dari panitia bahwa masyarakat datang berbondong-bondong, karena mendapat informasi yang keliru yakni  ada pembagian Sembako gratis dan hanya berlaku 3 hari, setelah ditangani akhirnya situasi kembali normal. 

Dikatakan Daniel pihaknya mengapresiasi langkah Pemprop Jatim untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, tetapi yang kami kritisi adalah mekanisme, administrasi dan pelayanan saat masyarakat mengantri untuk mendapatkan Sembako murah. "Justru akan menimbulkan masalah baru, belum lagi dengan digelarnya pasar murah tersebut berpotensi menjadi “pesaing” bagi pasar pasar tradisional, dan para pedagang kecil. Pasar tradisionaljuga harus diperhitungkan keadaanya,", papar Daniel, sehingga mereka tidak merasa dirugikan.

Daniel menyarankan, untuk pelaksanaan hari berikutnya, maka panitia diharapkan agar melakukan evaluasi,  sehingga pelayanan yang dilakukan dapat lebih baik dan tepat sasaran. "Perlu diatur mekanisme, agar jangan terjadi orang yang sama dapat dua kali, perlu perkuat dengan melakukan pendataan dan maksimalkan layanan antar agar tdk terjadi penumpukan massa saat berbelanja" harap Daniel, untuk itu pemesanan online lebih diutamakan dengan memperbaiki system agar mudah diakses secara online. (dom/irin/oskar)

0 komentar:

Posting Komentar