Senin, 30 Maret 2020

Wabah DBD Menyerang 4.357 Warga Propinsi NTT; DI ANTARANYA 48 MENINGGAL DUNIA


NAGiNEWS-KUPANG, Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerang tersebar di 22 kabupaten dan kota masih tinggi. Sampai hari ini, tercatat warga terserang DBD sebanyak 4.357 orang dan dari jumlah itu, 48  orang diantaranya meninggal dunia.
Foto:Istimewa
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Propinsi NTT, Erlina R Salmun kepada wartawan, Minggu (29/3/2020), mengatakan pihaknya dan seluruh jajaran medis di provinsi kepulauan masih terus berjibaku menangani penyakit yang disebabkan gigitan Nyamuk Aedes Aegypti. "Sampai hari ini, jumlah kasus sebanyak 4.357 orang menyebar di 22 kabupaten dan kota dengan variasinya masing-masing", jelas Erlina, jumlah kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Sikka Pulau Flores sebanyak 1.507 warga dengan jumlah meninggal dunia 14 orang.

Dikatakan Erlina jumlah ini, jika disandingkan dengan data pada tanggal 19 Maret, maka terlihat ada eskalasi yang cukup tajam. "Pada saat itu, khusus di Kabupaten Sikka, total kasus DBD berada di angka 1.412 warga dengan jumlah meninggal dunia masih di angka 14 orang. Terdapat kenaikan sejumlah 95 kasus", jelas Erlina, akumulatif hingga dinyatakan sembuh berada di angka 1.330 orang.

Lebih lanjut dijelaskan Erlina, jumlah kasus tertinggi berikutnya terjadi di Kota Kupang dengan jumlah 562 warga dan enam orang meninggal dunia. "Kemudian disusul Kabupaten Belu berjumlah 540 kasus dan tujuh orang meninggal dunia", harap Erlina, sejumlah dokter dan tenaga medis menangani wabah DBD beririsan dengan pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) mengalami kekurangan dokter dan tenaga medis.

Adapun rincian berturut-turut Kabupaten Alor 386 kasus dengan empat orang meninggal dunis, Kabupaten Lembata 197 kasus dan empat meninggal dunia, Kabupaten Manggarai Barat 151 kasus tanpa meninggal dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dengan 143 kasus nihil meninggal. "Kami berharap masyarakat apabila ada gejala awal DBD segera ke Puskesmas atau klinik terdekat untuk mengecek lebih dini agar segera ditangani tim medis", ungkap Erlina, juga berpesan kepada masyarakat hidup lingkungan lebih bersih.
Selanjutnya Kabupaten Flores Timur 125 kasus dengan dua meninggal dunia, Kabupaten Ende 119 kasus dua meninggal dunia, Kabupaten Malaka 69 kasus tanpa kematian, Kabupaten Ngada 65 kasus tanpa kematian dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan 75 kasus nihil kematian.

Berikutnya Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) 91 kasus dua meninggal dunis, Kabupaten Sabu Raijua 51 kasus nol kematian, Sumba Timur 25 kasus nol kematian, Manggarai 24 kasus satu meninggal dunia dan Kabupaten Rote Ndao dengan 31 kasus tanpa kematian.

Selanjutnya Kabupaten Nagekeo 25 kasus nol kematian, Sumba Timur 14 kasus nol kematian, Kabupaten Manggarai Timur 11 kasus satu orang meninggal dunia dan Kabupaten Sumba Barat 13 kasus nihil kematian. "Tim dokter dan paramedis masih terus memberikan pelayanan dan penanganan untuk menyelamatkan nyawa pasien," tutur Erlina menutup laporannya. (ant/ade/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar