Sabtu, 28 Maret 2020

Presiden Jokowi Menggeserkan Menkeu Sri Mulyani; SEBAGAI SEKRETARIS TIM GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19


NAGiNEWS-JAKARTA, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk merombak susunan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corina  Virus Disease (Covid-19) komposisi susunan baru ini Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebelumnya sebagai Pengarah menjadi Sekretaris GTPP.
Foto: Istimewa
Keputusan perombakan ini, tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020, merupakan perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Perubahan posisi Menteri Keuangan Sri awalnya ditunjuk sebagai Pengarah, sekarang diposisikan sebagai Sekretaris Pengarah. "Awalnya pengarah terdiri dari empat orang Menteri. Tetapi, di susunan baru ini pengarah, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota.

Pada Ketentuan Pelaksana, Wakil Ketua yang tadinya diisi oleh dua posisi, yaitu Asisten Operasi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Asisten Operasi Kepala Kepolisian RI. Kini Wakil Ketua ditambah menjadi 5 orang.

Adapun Susunan GTPP Covid-19 terdiri atas, Pengarah dan Pelaksana. Berikut rinciannya:

Ketua Pengarah GTPP Covid-19 dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Dibantu oleh Wakil Ketua, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD,  dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sedangkan Sekretaris Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sedangkan Anggota Pengarah terdiri dari 19 Menteri Kabinet Indonesia Maju dan 7 (tujuh) Kepala Otoritas Pemerintah dan seluruh Gubernur.

Adapun pelaksana GTPP  Covid-19 dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo sebagai  Ketua Pelaksana. Dibantu Wakilnya Sekjen Kemenkes, Sekjen Kementrian BUMN, dan Sekjen Ketahanan Nasional.

Adapun Wakil Ketua Pelaksana Asisten Operasi Panglima TNI, dan Asisten Operasi Kepala Kepolisian, sedangkan anggota terdiri dari 33 Kementerian/Lembaga. (yos/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar