Sabtu, 28 Maret 2020

Menkeu Sri DAK 2020 Fokus untuk Kesehatan dan Pendidikan;KEPALA DAERAH DILARANG MEMBANGUN


NAGiNEWS- JAKARTA, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani meminta kepala daerah untuk menghentikan pembangunan fisik bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020. Selanjutnya, pengadaan barang/jasa DAK diarahkan pada kesehatan dan pendidikan. Hal ini, ditegaskan Sri di Jakarta, Sabtu (27/3/2020).
Foto: Istimewa
Menurut Sri, permintaan untuk fokus ini, tertuang dalam Surat Nomor S-247 /MK.07/2020 yang ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada Jumat, 27 Maret 2020. Surat ini, ditujukan kepada gubernur/bupati/wali kota penerima DAK fisik se Indonesia.

Dikatakan Sri dalam tulisan surat tersebut, penghentian pengadaan barang/jasa fisik itu, sehubungan dengan mewabahnya Corona Birus Disease (Covid-19) di beberapa wilayah di Indonesia. "Cara ini, dibutuhkan sebagai bagian aksi cepat tanggap untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Kami meminta agar seluruh proses pengadaan barang/jasa untuk seluruh jenis/bidang/subbidang dana alokasi khusus fisik selain bidang kesehatan dan bidang pendidikan", tandas Sri, baik yang sedang berlangsung maupun belum dimulai prosesnya untuk dapat dihentikan pelaksanaannya.

Selain itu, untuk Subbidang Gedung Olah Raga (GOR) dan Subbidang Perpustakaan Daerah pada DAK fisik bidang pendidikan, termasuk yang dihentikan proses pengadaan barang/jasanya. "Penghentian proses pengadaan barang/jasa sebagaimana dimaksud di atas agar dapat dilakukan sejak tanggal ditetapkannya surat ini. Untuk itu, bersama ini diharapkan Saudara dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk penghentian proses pengadaan barang/jasa pada DAK fisik tersebut", pesan Menkeu Sri Mulyani. (yos/oskar)

0 komentar:

Posting Komentar