Senin, 30 Maret 2020

Mantan Walikota Malang Abah Anton Bebas dari LP Porong; DISAMBUT KELUARGA SAYUR PEDES KESUKAANNYA


NAGiNEWS-MALANG, Mantan Walikota Malang, H. Moch Anton hari ini,  selesai menjalani masa hukumannya selama dua tahun di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Porong langsung di jemput keluarga dan koleganya dengan menyajikan sayur pedas kesukaannya.
Foto: Istimewa
Menurut penjelasan Abah Anton panggilan akrabnya, rencana awalnya akan banyak jamaah pengajian Jumat Legi yang dibinanya ikut menjemputnya di Porong, tetapi di cegah keluarganya "Di situasi seperti sekarang masyarakat bersama-sama melawan merebaknya wabah Corona Virus (Covid-19) dilarang untuk berkumpul bsnyak orang, jadi mereka urung niatnya. "Syukur keada Allah, pagi ini bisa menghirup udara kebebasan dari masa ujian yang harus saya  lakoni selama dua tahun. Saya mohon maaf kepada masyarakat Kota Malang," kata Abah Anton kepada sejumlah wartawan, Minggu (29/3/2020).

Lanjut Abah Anton mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat dan jamaahnya yang telah mendoakannya, hingga dapat menjalani kehidupan di LP Porong. "Saya berterima kasih kepada masyarakat Kota Malang, yang sempat mengunjungi di LP Porong, juga yang sempat membawa makanan sayur pedas kesukaan", kelakar Abah Anton, juga memahami kawan-kawan yang belum sempat berkunjung karena kesibukan.

Setelah bebas dari LP, Abah Anton langsung menuju ke Kota Batu ke kediaman salah satu kerabatnya yang sudah menyiapkan masakan kesukaan Abah Anton, sayur pedes. Sebelum ke Batu, Abah Anton menyempatkan diri berenang di salah satu sumber air panas di Pacet. "Saya tidak langsung pulang ke Tlogomas (kediamannya) Kota Malang, tetapi akan langsung ke Surabaya di rumah kerabat yang juga sudah menunggu", ujar Abah Anton, pengusaha tetes tebu Malang.

Dikatakan Abah Anton, pengalaman selama dua tahun di LP, maupun dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. "Pengalaman ini, menjadi guru dalam kehidupan saya, dan saya lebih dekatkan diri kepada Allah", tutur Abah Anton, tidak menyalahkan siapa-siapa, kemungkinan akan menulis buku tentang kehidupan selama dua tahun sebagai warga binaan di LP Porong.  (rik/bala/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar