Sabtu, 28 Maret 2020

Antisipasi Penyebaran Covid-19; PEMKOT MALANG ANGGARKAN Rp 37,3 MILIAR


NAGiNEWS-MALANG, Kabag Humas  Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Muhammad Nur Widianto mengatakan Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran senilai Rp 37,310 miliar untuk menangani Pencegahan Pandemi Corona Virus (Covid-19) yang melanda Kota Malang, termasuk alokasi pada Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 2,150 miliar.
Foto: Istimewa
Rilis Humas Widianto hingga saat ini, total anggaran yang disediakan Pemkot Malang untuk menangani Pandemik Covid-19 di Kota Malang mencapai Rp 37, 2 miliar. "Aggaran tersebut sesuai permintaan Walikota Malang Sutiaji kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang untuk memangkas dan mengalihkan beberapa anggaran kegiatan, termasuk memangkas anggaran perjalanan dinas", ujar Wiwit, panggilan akrab Widianto.

Selanjutnya dijelakan Wiwit dalam rilisnya, anggaran yang digunakan penanganan Covid-19, khususnya untuk melindungi warga yang terdampak secara langsung, sesuai permintaan Walikota kepada Sekda untuk mengalihkan dan memangkas beberapa kegiatan.

Sekda Kota Malang, Wasto selaku Ketua Satgas Covid-19 menyampaikan bahwa penambahan anggaran penanganan Covid-19 tersebut diperuntukkan dalam bentuk bantuan sosial kepada warga kota yang terdampak. "Seperti PKL, para penyandang disabilitas tuna netra yang selama berprofesi jasa refleksi (pijat), maupun warga rentan sosial dan miskin", jelas Wasto mantan Kepala Bappeda Kota Malang, termasuk ibu yang sedang menyusui, ibu hamil, dan lansia benar-benar harus dibantu.

Menurut Wasto dalam liris tersrbut, penambahan anggaran tersebut diperuntukan  mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, berkonsekuensinya terhadap kapasitas rumah sakit rujukan. "Sesuai hasil Rakor yang dilakukan secara maraton dengan melibatkan Forkopimda Kota Malang, pada Selasa 24 Maret 2020 dan berlanjut Kamis 26 Maret 2020 di Ruang Sidang Balaikota", jelas Wasto, salah satu keputusannya RSUD Kota Malang juga akan disiapkan sebagai RS rujukan.

RSUD Kota Malang, kata Wasto disiapkan menjadi rumah sakit rujukan, selain empat RS yang sudah ditetapkan yaitu Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA), Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraon, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo Sawahan. "Pemkot Malang mengalokasikan sekitar  Rp 15 miliar", harap Wasto, RS yang ditunjuk sebagai rujukan dipersiapkan dengan baik.

Adapun rincian pos anggaran penanganan Covid-19, menurut Wasto,  yaitu Rp 2,150 moliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Rp 9, 9 miliar bersumber dari Dinas Kesehatan yang dipergunakan antara lain untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan dan penunjang Laboratorium Kesehatan,  pengadaan unit SiCo dan bahan disifectan. Pemkot Malang akan menginjeksi warga terdampak, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10, 260 miliar. "Pemkot Malang tidak tahu sampai kapan virus ini berlalu, semoga saja cepat usai. Karenanya, kemungkinan- kemungkinan terjadi penambahan anggaran penanganan tetap kami antisipasi", urai Wasto, pihaknya akan terus melibatkan dan mengajak bersama Dewan (Pimpinan), Kejaksaan (Kajari) maupun Polresta (Kapolresta). (rik/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar