Jumat, 20 Maret 2020

Aktivitas Warga Kota Malang Semakin Diperketat;PEDAGANG KULINER DILARANG MELAYANI MAKAN DI TEMPAT


NAGiNEWS-MALANG, Kembali Warga Kota Malang aktivitasnya diperketat dengan dikeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang terbaru. Berbeda dengan edaran sebelumnya, kali ini aturan aktivitas warga lebih diperketat kepada para pelaku/pedagang usaha di Kota Malang.
Ilustrasi: (Foto: Istimewa)
Surat Edaran No 6 Tahun 2020 tentang Kesiapsiagaan Dunia Usaha Dalam Mengahadapi Corona Virus Disease (Covid-19) telah ditetapkan Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (19/3/2020) malam. Surat edaran ini mulai efektif berlaku hari Jumat (20/3/2020).

Salah satu aturan menyebut restoran, warung kopi, rumah makan, tempat yang melayani makan minum dan sejenisnya diperbolehkan melayani hanya dengan cara take away atau pesan antar. Artinya semua usaha kuliner di Kota Malang ini dilarang menerima pelanggan yang makan atau minum di tempat.

Apabila terjadi antrian pemesanan harus dijarak antar orang minimal satu meter. SE yang diterbitkan sebelumnya SE No 4, aturan tersebut tidak ada. Selain itu SE No 6 Tahun 2020 ini, juga menyebut pula tambahan instruksi penutupan beberapa tempat usaha.

Jika dalam SE sebelumnya, hanya tempat hiburan dan tempat rekreasi saja yang ditutup. Seperti dengan terbit SE baru tempat publik yang akan ditutup bertambah yaitu tempat hiburan, bioskop, permainan ketangkasan, panti pijat, fitness center, billiard, dan tempat rekreasi sejenis harus ditutup.

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto saat dihubungi mengatakan SE No 6 Tahun 2020 ini dikeluarkan, maka SE No 4 Tahun 2020 tentang Kesiapsiagaan Dunia Usaha dalam Mengahadapi Corona Virus Disease (Covid-19) dinyatakan tidak berlaku dan dicabut. “sejak hari Junat mulai berlaku efektif, karena Perangkat Daerah (PD) pemangku baru gerakkan sebarkan SE baru sore dan tadi malam ", kata Widianto, SE yang baru ini berlaku sejak penetapannya, yakni Kamis (19/3/3020) hingga tanggal 29 Mei 2020. (rik/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar