Rabu, 19 Februari 2020

Demi Rekom dari PDIP; SANUSI RELA MELEPASKAN PKB

NAGiNEWS-MALANG, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah memberikan Surat Rekomendasi kepada Bupati Malang HM Sanusi, dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto,maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati MalangTahun 2020. Sanusi, relah melepaskan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah mengantarnya berpasang bersama mantan Bupati Malang H. Rendra Kresna empat tahun lalu, demi mengejar kursi Bupati Malang.
Foto: Istimewa
Sanusi, telah memastikan dirinya sebagai Calon Bupati Malang (Cabup) maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2020 mendatang, dan secara resmi keluar dari PKB. Mendapat Surat Rekom tersebut,Sanusi akhirnya menyampaikan press releasnya terkait pilihan politiknya saat ini. Secara terang-terangan Sanusi, menyampaikan berbagai pertanyaan di dalam masyarakat selama ini terkait posisinya dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Press Realis Sanusi menyampaikan. “Bersama ini,saya sampaikan penjelasan kepada media perihal masuknya saya menjadi anggota resmi kader PDI Perjuangan dan maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2020 yang diusung PDI Perjuangan”, ungkap Sanusi, mantan Wakil Bupati Malang, yang dilantik tanggal 17 September 2019 menjadi Bupati Malang, karena mantan Bupati Malang H. Rendra Kresna terbelit kasus korupsi.

  1. Setelah saya mendengar dari berbagai sumber bahwa PKB tidak akan mencalonkan saya kembali sebagai Calon Bupati MalangTahun 2020, maka saya memutuskan dengan sadar untuk keluar dari PKB dan secara resmi bergabung menjadi Anggota dan Kader PDI Perjuangan. Saya tetap menghormati keputusan PKB yang tidak lagi mau mencalonkan saya.
  2. Pada akhir Bulan Januari, saya mulai berkomunikasi dengan DPD PDI Perjuangan Melalui Bu Sri Untari dan dihantarkan menemui Bapak Sekjen PDI Perjuangan (Bapak Hasto Kristianto) bersamaan dengan itu, Bu Untari mengundurkan diri dari Bakal Calon Bupati karena mendapatkan penugasan DPP Partai sebagai Ketua Umum DPP Dekopin.
  3. Pada Tanggal 4 Pebruari 2020, diawali pertemuan internal dengan Bu Untari selaku Sekretaris DPD PDI Perjuang Jawa Timur, selanjutnya dihantarkan untuk bertemu dengan Bapak Hasto Kristianto melalui pembicaraan panjang yang pada akhirnya saya dengan penuh kesadaran menetapkan diri akan berangkat melalui Partai PDI Perjuangan, keseriusan itu ditandai dengan kesiapan saya untuk mengurus Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan. Di akhir silaturahmi Bapak Sekjen PDI Perjuangan memberikan buku-buku Bung Karno kepada saya sebagai kesungguhan saya menjadi kader PDI Perjuangan.
  4. Hasil pembicaraan diatas ditindaklanjuti padaTanggal 10 Pebruari 2020, saya mendaftarkan diri sebagai Cabup Malang melalui DPP PDI Perjuangan sekaligus dilakukan kegiatan Fit and Propropertest oleh tim DPP PDI Perjuangan. Dalam proses Fit and Propertest dipertanyakan siapa pendamping Calon Bupati Malang, Bu Untari menyampaikan permohonan agar ada kader Asli yang rekomendasikan sebagai pendamping saya. Kader asli PDI Perjuangan yang diusulkan oleh Bu Untari agar dapat diberikan penugasan oleh DPP Partai untuk mendampingi saya adalah Bapak Didik Gatot Subroto juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Malang.
  5. Hari ini, DPP PDI Perjuangan telah mengumumkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2020 adalah HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto. Dengan keputusan ini, saya bertekad kuat untuk memenangkan PDI Perjuangan dan akan membesarkan PDI Perjuangan dan setia lahir bathin.
Demikian penjelasan pers yang dapat saya sampaikan.(yos/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar