Rabu, 11 Desember 2019

Anggota Komisi B DPRD Jatim Daniel Rohi; MENABRAK ATURAN GUBERNUR JATIM TAHUN 2010


NAGiNEWS-SURABAYA, Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Daniel Rohi mengatakan Jatim kecolongan masuknya daging kerbau ilegal. Masuknya daging kerbau asal India dinilai menabrak  Aturan Gubernur Jatim Tahun 2010.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Komisi B, Ir Daniel Rohi (Foto: Istimewa)
Dikatakan Daniel sapaan akrabnya, masuknya daging kerbau ke pasar Jatim menunjukkan lemahnya kontrol dinas terkait di Pemprov Jatim. ” Kalau hal ini terjadi, berarti kecolongan dan prihatin karena merugikan peternak dan juga masyarakat,” tegas Daniel, kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).

Selanjutnya dijelaskan Daniel, kerugian peternak dan masyarakat. Daniel mempertanyakan apakah daging ilegal tersebut aman untuk dikonsumsi",  ujar Daniel  politisi PDI-P, yang maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Malang Raya.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Daging Kerbau India Serbu Jatim
Sebelumnya, protes keras disampaikan Paguyupan Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur. Mereka menilai menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020, ternyata tidak diikuti dengan meningkatnya kebutuhan daging sapi.

Mereka membuktikan jumlah sapi potong di RPH tidak mengalami kenaikan, bahkan cenderung turun. Jebloknya kebutuhan daging sapi ini, ternyata dimanfaatkan importir memasukkan daging kerbau asal India ke Jawa Timur. (domi/oskar).

0 komentar:

Posting Komentar