Selasa, 19 November 2019

Dialog Publik Walikota Malang Sutiaji dan Sofyan Edy; MENJELASKAN PROGRAM KEBIJAKAN YANG TELAH DAN AKAN DILAKSANA


NAGiNEWS-MALANG, Walikota Malang Sutiaji menjelaskan program penguatan kebijakan untuk kepentingan rakyat dalam acara "Dialog Publik Satu Tahun Pemerintahan Kota Malang bersama Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko, yang diselenggarakan Malang Peduli Demokrasi (MPD) di Hotel Pelang Kota Malang, Senin (8/11/2019.
Foto: Istimewa
Sutiaji kesempatan tersebut, didampingi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Malang. Selain itu,  berbagai elemen masyarakat ikut terlibat dalam dialog publik tersebut antara lain, Mahasiswa, LSM dan beberapa komunitas lain.
Foto: Istimewa
Ada beberapa topik yang menjadi perbincangan hangat dalam dialog tersebut. Diantaranya terkait Malang Creative Centre (MCC), Polemik Mall Ramayana, kepastian pembangunan  Jembatan Kedungkandang dan perbaikan Jembatan Muharto.
Foto: Istimewa
Sutiaji mengatakan, bahwa secara umum persoalan Ramayana  sudah clear. Namun begitu Sutiaji mengatakan bahwa pihaknya langsung menutup mall Ramayana begitu saja. "Ketemu dengan Ramayana, sekarang kan sudah putus, cuman kemarin minta, legal opininya itu gimana. Karena ini kan masih dalam ranahnya yang menyerahkan walaupun sudah putus, akan kami lakukan. Saya akan minta ke Dinas Perdagangan untuk menyiapkan appraisal, kalau itu nyewa berapa. Sebab kalau ditutup langsung kan sayang jika tidak dimanfaatkan,” jelas Sutiaji, sebagai Narasumber Ketua DPRD Kota Malang, I. Made Riana Diana Kartika, Sekkot Wasto, dan Dr. Yustina Ndung, MSi, Dosen dan Kepala Laboratoriun Kebijakan Publik Universitas Merdeka Malang.
Foto: Istimewa
Menurut Sutiaji, terkait PT. Sadean sendiri selaku pengelola Mall Ramayana, mengaku bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk melakukan pengintaian. Namun menurutnya secara umum, Sutiaji menyebut, sudah tidak ada masalah terkait Mall Ramayana. “Sebenarnya sudah clear, setelah addendum kemarin yang Rp 60 juta, itu sudah clear yang mulai tahun 2004. Dan rencananya kami akan ambil satu lantai untuk Mall Layanan Publik di situ," urai Dutiaji,  sambil menunggu kedepannya akan digunakan untuk apa.

Sutiaji mengatakan, selain Ramayana, salah seorang hadirin dalam dialog tersebut ada yang mengusulkan agar MCC hanya dibangun satu lantai saja, hal itu berbeda dari yang telah direncanakan oleh Pemkot Malang, yang menyebut bahwa MCC akan dibangun hingga delapan lantai.

Menanggapi hal tersebut, Sutiaji mengatakan bahwa perencanaan pembangunan MCC juga berdasarkan masukan dari perwakilan beberapa komunitas. "Ini, sebenarnya juga sudah clear, dan yang menentukan dan membuat ini kan juga rekan-rekan komunitas. Itu adalah bottom up bukan top down,” papar Sutiaji.

Sutiaji menegaskan, pembangunan MCC juga didasarkan atas kebutuhan. Karena, sempat beredar kabar bahwa Pemkot Malang kurang efisien, jika harus membangun gedung baru yang diperuntukan MCC. Kabar tersebut beredar setelah publik mengetahui kabar akan berakhirnya kontrak Mall Ramayana. “Kita membangun itu kan sesuai dengan kebutuhan, perlunya masing-masing. Dan sebagai bukti, mohon maaf, saat ini ada sekitar 27 Kabupaten/Kota belajar ke Kota Malang. Hal itu menjadi bukti bahwa komunitas yang kita miliki ini terbangun,” bangga Sutiaji.

Sutiaji berharap kepada rekan media, agar dapat berkontribusi dengan melakukan publikasi. 'Sehingga program yang menjadi kebijakan Pemkot Malang bisa tersampaikan dengan baik", harap Sutiaji, kepada seluruh stakeholders yang hadir. (oskar).

0 komentar:

Posting Komentar