Jumat, 13 September 2019

Santunan Bawaslu untuk Dua Anggota Pengawas Pemilu 2019 yang Meninggal

NAGiNEWS - MALANG, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI telah menyerahkan santunan belasungkawa kepada dua jajaran Anggota Bawaslu Kabupaten Malang yang meninggal pada saat proses tahapan Pemilu 2019.
Foto: Istimewa
Santunan ini, diserahkan langsung oleh Pimpinan Bawaslu Kabupaten Malang kepada Keluarga Almarhum Rochmad Fadilla Pengawas Pemilu Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang dan Keluarga Almarhum Mulyono Komisioner Panwaslucam Kecamatan Dau kemarin di masing-masing kediamannya.
Foto: Istimewa
"Kami menyerahkan tanda bukti berupa kuitansi dan piagam penghargaan atas segala dedikasinya, disampaikan apresiasi setinggi-tingginya pengabdian selama menjadi bagian dari keluarga besar Bawaslu", ujar George da Silva Komisioner Bawaslu Kabupaten Malang yang didampingi pimpinan lainya Umar Kayyan, Abdul Allam Amrullah dan Hazairin.

Dikatakan George setiap anggota yang meninggal dunia selama dalam proses tahapan Pemilu 2019 sebesar Rp 36 juta.

"Sistim pembayaran melalui transfer rekening masing-masing keluarga almarhum, sehingga keluarganya menerima tanpa pemotongan apa pun", tutur George, hal ini perintah Bawaslu RI.

Setelah semua surat-surat dan berita acara penyerahan ditandatangan, kemarin juga di bawa langsung oleh Staf Bawaslu Kabupaten Malang ke Surabaya untuk menyerahkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan selanjutnya diserahkan kepada Bawaslu RI.

"Pesan Ketua Bawaslu RI Abhan kepada keluarga almarhum jangan di lihat dari nilainya, tetapi ini bentuk kepedulian Bawaslu dan negara kepada dua anggota yang menjadi korban demokrasi, mereka sudah bekerja dan mengabdi tenaga walaupun mereka dalam keadaan sakit sampai meninggal", tegas Geroge yang menyerahkan kepada istri Almarhum Fadilla yaitu Ibu Sofiyah disaksikan Ketua/Anggota Komisioner Panwaslucam Lawang Muhamad Akmil Halim, Jogi Pranoto, Anggra Dwi Sintawati dan istri Almarhun Mulyono Ibu Marpuah disaksikan Ketua/Anggota Panwaslucam Dau R. Ocy Haryono, dan Moch Masruri Bachrianto.
Foto: Istimewa
Uang yang diterima kedua istri dari masing-masing almarhum menyatakan berterima kasih kepada Bawaslu dan jajarannya serta negara yang sudah peduli dengan keluarga almarhum.

Ibu Sofiyah mengatakan uang yang diterima ini untuk menambah biaya pengobatan anak pertamanya Nira Azizah yang sudah  6 bulan menderita kanker usus telah dioperasi juga menjalankan kemoh dan pengobatan anak laki-laki ketiganya Adio Kevien Seviano menderita penyakit Leukomania sudah tidak sekolah dan hanya berada dalam kamar saja.

Sedangkan Ibu Marpuah istri Almarhun Mulyono uang yang diterimanya digunakan untuk menambah unit mesin cuci, karena selama ini menjalankan usaha Loundry dan membiayai anaknya masih sekolah.(Oskar)

0 komentar:

Posting Komentar