Rabu, 18 September 2019

Muncul Saat Golkar Genting, Ridwan Hisjam Dinilai Bawa Perubahan; JANGAN SETELAH MUNAS KADER KELUAR BENTUK PARTAI BARU


NAGiNEWS - JAKARTA, Setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) memilih kembali Ketua Umum Megawati Soekarno Putri, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, kini giliran bursa calon Ketua Umum Partai Golkar semakin ramai, setelah nama Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo muncul juga nama Ridwan Hisjam. Ridwan merasa punya pengalaman memimpin sejak masa genting. 
Foto: Istimewa
“Saya pernah jadi Ketua DPD Golkar Jawa Timur di era paling susah Tahun 2000-2004, Kantor Golkar dibakar, Golkar dituntut dibubarkan. Saat itu Bang Akbar Tanjung Ketua Umum, sehingga kalau bicara siap. Ya saya siap", tutur Ridwan usai diskusi Menyongsong Kepemimpinan Golkar Menjelang Pemilu 2024 di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, (18/9).

Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V (Malang Raya), berharap persaingan menjadi kandidat ketua umum Partai Golkar bisa berjalan fair dan demokratis. Karena menurutnya saat ini, Golkar perlu melakukan reformasi internal dengan cara konstitusional.

“Harus reformasi konstitusional, jangan melanggar aturan. Itu bisa memicu perpecahan", tandas Ridwan, yang sudah berkali-kali menjadi Anggota DPR RI.

Selain itu, Ridwan pengurus harian DPP Partai Golkar berharap Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang akan diadakan pada akhir tahun ini tidak menyisakan friksi berkepanjangan. Karena dalam beberapa tahun kebelakang Munas Golkar selalu meninggalkan friksi.

“Ya saya mengingatkan agar jangan sampai Munas 2019 beranak partai baru, atau mati dalam artian karir politiknya. Kemarin Munaslub Mbak Titiek keluar bikin Partai Berkarya. Jadi saya harapkan Munas 2019 tidak ada yang mati tidak ada yang keluar, semua bersatu,” harap Ridwan, yang juga pengusaha realestate.

Munas Golkar 2019 kata Ridwan, sebaiknya tidak hanya diikuti oleh dua kandidat, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo saja. Perlu nama lain agar proses demokrasi dan kaderisasi di internal partai berjalan, apalagi menurutnya Golkar mempunyai kader kader potensial untuk memimpin partai berlambang pohon beringin ini kedepan.

“Di Munas sebelumnya zaman Novanto delapan calon, cuma yang masuk putaran dua, ada dua orang. Akom dan Setnov,  tapi kan secara karir politik keduanya mati jadi harusnya sekarang banyak kader-kader dimunculkan sebagai Caketum", beber Ridwan. (yos)

0 komentar:

Posting Komentar