Selasa, 06 Agustus 2019

Walikota Malang Sutiaji; HIDUPKAN KEMBALI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH

NAGiNEWS - MALANG, Walikota Malang Sutiaji menghidupkan kembali Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang sejak tahun 2015 ada, dan sekarang digalakan kembali.

Menurut Sutiaji, di Kota Malang mampu mereduksi dan menuntaskan Kawasan Kumuh seluas 310,38 hektar. "Data yang ada menunjukan luas kawasan kumuh Kota Malang 608,6 hektar atau 5,53 persen dari luas Kota Malang 11.606 hektar. Dengan demikian, diperkirakan hingga akhir tahun 2019 kawasan kumuh tersisa luasnya 298,22 hektar," beber Sutiaji, kepada wartawan setelah menerima laporan Tim Koordinator Kotaku Kota Malang, Selasa (8/8/2019).
Foto: Istimewa
Selanjutnya Sutiaji mengharapkan kawasan kumuh ini akan diupayakan bisa tuntas hingga akhir tahun 2020. "Hal ini, suatu bentuk progres yang positif, dan saya minta untuk digenjot agar Kota Malang zero atau bersih kawasan kumuh di tahun 2020, tegas Sutiaji.
Foto: Istimewa
Sementara itu, Koordinator Kota Program Kotaku Arief Prasetya menjelaskan progres pengirangan kawasan kumuh di tahun 2015 mampu menuntaskan kawasan kumuh seluas 71,49 hektar. Di tahun 2016 berkurang seluas 17,08 hektar, dan tahun 2017 sampe tahun 2018 mampu menekan menjadi 221,81 hektar. "Luas kawasan kumuh di awal program bentangannya tersebar di 29 kelurahan, sehingga tiga karakter lokasi yang menjadi kawasan kumuh seperti permukiman kumuh sempadan sungai, permukiman kumuh sempadan rel, dan permukiman kumuh pusat kota," tutur Arief.
Foto: Istimewa
Program ini, meliputi peningkatan kualitas permukaan jalan lingkungan, peningkatan konstruksi drainase, serta prasaran dan sarana pengelolaan air limbah.

Tim Program Kotaku mendapatkan dana dari Pemerintah Kota Malang pada tahun 2015 senilai Rp 5 miliar, tahun 2016 senilai Rp 5 miliar, tahun 2017 mendapat dana senilai Rp 4,7 miliar, tahun 2018 senilai Rp 25,250 miliar, dan di tahun 2019 senilai Rp 14,5 miliar. "Dana sebesar ini, kami memprogramkan Kotaku seefisiensi dan tepat sasaran, sehingga target pada tahun 2020 bisa tuntas," harap Arief, dan ini memerlukan partisipasi aktif dari seluruh warga Kota Malang untuk menjaga lingkungannya menjadi kawasan bebas kumuh. (oskar).

2 komentar: