Jumat, 09 Agustus 2019

Kekumuhan Permukiman Kota Malang; Bambang Irianto: Penyebab Utama Perilaku, Budaya, Mindset Warganya dan Kondisi Sosial Ekonomi

Inilah " CAUSA PRIMA " Kekumuhan

NAGiNEWS - MALANG, Mainstraim Pemerintah Kota Malang, melihat kekumuhan hanya dari  aspek infra struktur lingkungan saja. Maka yang muncul adalah proyek-proyek infra struktur yang tidak jarang rawan dikorupsikan antara aparatur negara dan para rekanan.
Foto: Bambang Irianto, inisiator kampung glintung go green.
Apa yang saya lakukan di Kota Tangerang adalah menghilangkan kekumuhan dipermukiman dengan strategi awal adalah MERUBAH MINDSET warga, agar peduli lingkungan dengan program PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Catatan : Kota Tangerang pernah mendapat predikat Kota Terkumuh di Indonesia. 

Bagi warga Tangerang yang sudah mau bergerak membangun lingkungannya, kemudian diikuti oleh program-program dari berbagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) sesuai dengan Tupoksinya. 

Ingat " bangunlah jiwanya, bangunlah badannya". 
Membrantas permukiman kumuh dengan prinsip lagu Indonesia Raya
Saya lagi membina 1.004 RW yang ada di 104 Kelurahan se Kota Tangerang, untuk membrantas kekumuhan. 

Tahapan programnya sebagai berikut:
  1. Sosialisasi " Strategi Membangun Kampung " sudah saya lakukan di 104 kelurahan mulai Desember 2018  sampai April 2019 hasilnya mulai nampak, lihat di youtube : kampung markisa, kampung inovasi hidroponic Cimone, kampung anggur, kampung atm, kampung pinkli dan masih banyak lagi.
  2. Melakukan pendampingan di kampung bagi kampung yang sudah bergerak. Akan saya mulai 20 Agustus 2019 sampai Desember 2020. Dalam tahap ini semua dinas terkait harus menurunkan programnya sesuai dengan Tupoksinya.
  3. Peningkatan kapasitas warga kampung sesuai dengan kapasitas masing-masing. Akan saya lakukan pada 2021-2022.
  4. Hasil akhir terwujudnya kampung yang mandiri, bebas dari kekumuhan.
Bagamana dengan kota Malang?

Pemkot Malang membrantas kawasan kumuh hanya mengandalkan program KOTAKU dari kementerian PUPR. 

Skemanya project infra struktur. Melihat kekumuhan hanya dari fisik lingkungan, drainage, plengsengan, jamban bersama, bedah rumah dan seterusnya.

Kalau hanya ini yg ditempuh , kampung yang sudah menerima bantuan projek, tidak serta merta menjadi kawasan tanpa kumuh. 

Parameter pemerintah melihat keberhasilan KOTAKU hanya dari seberapa luas kawasan yang sudah mendapat projek
Sebagai warga Kota Malang, saya siap mendampingi  warga untuk membangun lingkungan agar terbebas dari kekumuhan.

Tapi tentu atas prakarsa Walikota Sutiaji dan ada penugasan kepada  saya  selaku Penerima Kalpataru, Kategori Pembina Lingkungan.
(Oskar)

0 komentar:

Posting Komentar