Senin, 05 Agustus 2019

Cinta Dalam Cengkraman Kapitalisme

Cinta adalah kata yang tidak asing lagi bagi Manusia semenjak Manusia itu mampu memahami Kehidupan. Cinta memiliki arti yang begitu hebatnya. Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.
Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan zaman. Perkataan cinta senantiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta abad ke-21 ini digunakan untuk meluapkan perasaan seperti, perasaan terhadap keluarga, perasaan terhadap teman-teman, Perasaan yang romantis, perasaan yang hanya merupakan kemauan, keinginan hawa nafsu, atau cinta eros, perasaan sesame  atau kasih sayang, perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri (narsisisme), perasaan terhadap sebuah konsep tertentu, perasaan terhadap negaranya (patriotism), perasaan terhadap bangsa (nasionalisme).

Untuk mengungkapkan cinta, setiap individu memiliki cara yang berbeda-beda, misalkan orang tua ketika mencintai anaknya maka ia (Orang tua) dapat berkorban apa saja agar anaknya bahagia, sebagai contoh; pada saat kecil ketika sedang berada di pasar, kita ( anak ) melihat permainan yang kita inginkan maka kita meminta pada ibu atau ayah untuk dibelikan permainan itu, agar supay kita tidak menangis, karena rasa cinta orang tua maka ia membelikan mainan itu kepada kita, dan diabad ke-21 ini sialnya permainan-permainan itu terdapat pada produk Kapitalisme yang mewah, seperti HP, Laptop, dan lainnya, maka orang tua haus mengeluarkan lebih banyak lagi rupiah untuk anaknya. Bergeser kita pada masa remaja, ketika dalam pergaulan sehari-hari dengan gaya hidup yang terus berkembang maka persaingan untuk menjadi yang lebih baik atau tampil beda dari orang lain (gaya hidup) memaksa kita harus bersaing untuk mendapatkan sesuatu barang yang mampu membuat kita berbeda dari orang lain ataupun berpenampilan mengikuti gaya artis idola kita. Sebagai contoh; ketika kita memiliki HP yang hanya bisa dipakai untuk telepon dan SMS tapi karena kawan kita memiliki HP yang lebih canggih (Android) maka kita akan meminta kepada orang tua dengan bermacam alasan agar kita juga dapat memiliki HP seperti yang dimiliki oleh kawan kita itu, karena rasa cinta orang tua pada kita maka kemauan kita itu dituruti, tidak hanya sampai disitu kita juga selalu berusaha dalam kehidupan sehari-hari mengikuti pola atau gaya hidup artis idola kita dari penampilan berpakaian sampai pada penggunaan produk.

Saat remaja, cinta memiliki makna dan peran yang begitu hebatnya dalam pergaulan hidup. Untuk memberikan dan mendapatkan cinta kita harus berkorban dan siap kehilangan begitu banyak waktu dan materi. Dizaman ini untuk mengekspresikan cinta dengan perasaan saja tidak cukup, sehingga  materi (barang) menjadi suatu tolak ukur untuk mengekspresikan cinta, sederhananya sebagai contoh pada hari kasih sayang (Valentin Day) semua orang berlomba untuk mengekspresikan rasa cinta kepada orang-orang terdekatnya, misalkan pacar, teman, orang tua dan sebagainya. Di kalangan masyarakat muda Indonesia Coklat adalah salah satu simbol barang dalam mengekspresikan cinta, sehingga pada Valentin Day tidak heran permintaan coklat dipasaran semakin meningkat.

Jika kita menganalisis lebih jauh maka keuntungan yang begitu besar didapatkan oleh perusahan coklat di hari kasih sayang ini. Contoh lain dalam kehidupan remaja abad 21 ini, untuk mendapatkan cinta seorang wanita atau pria, maka tak ada makanan lebih baik dari pada tak memiliki paketan data internet untuk HP. Pilihan-pilihan inilah yang menurut pendapat saya memberikan peluang yang besar kepada Kapitalis untuk tumbuh subur dan membiarkan Hidup kita bergantungan kepada Produksi Pasar.

Tidak hanya sampai pada tahap individu (perseorangan), tapi dalam kehidupan berbangsa dan berrnegara rasa cinta  perasaan terhadap negaranya (patriotism), perasaan terhadap bangsa (nasionalisme) juga harus mengorbankan materi yang begitu banyak. Sebagai contoh bahwa untuk kesejahteraan rakyatnya, Negara rela mengeksploitasi kekayaan alamnya dan menyerahkannya kepada Asing dengan dalil pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Juga untuk keamanan rakyatnya yang dihantui oleh isu-isu terorisme juga peperangan, Negara membangun kekuatan militer untuk menjaga kedaulatan Negara dengan mendatangkan perlenengkapan perang yang canggih dari luar negeri. Maka penguasaan pasar terhadap persenjataan canggih oleh Negara-negara Kapitalisme seperti Amerika, dan perusahan senjata milik swasta baik dalam negeri ataupun luar negeri akan mendapatkan keuntungan yang begitu besarnya.

Tentang Kapitalisme atau Kapital; Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal dalam melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dengan prinsip tersebut, pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna memperoleh keuntungan bersama, tetapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi.Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin terlebih dahulu, kemudian buruh yang berperan sebagai operator mesin guna mendapatkan nilai dari bahan baku yang diolah.

Pada saat bahan baku telah berubah menjadi barang jadi, yang siap dikonsumsi maka tahap inilah yang mengharuskan Kapitalisme untuk mengambil ahli pasar. Sebagai contoh bahwa untuk game kita tidak harus bermain permainan tradisional lagi, kini telah diganti dengan game yang dapat kita bermain melalui HP, Laptop, dan alat elektronik lainya, disisi ini permintaan untuk produksi HP, Laptop, dan alat elektronik lainya berjamur dipasaran.

Untuk perlengkapan perang bagi militer dalam suatu Negara, kita tidak lagi mengandalkan senjata AK47 tetapi kita harus menggantikannya dengan rudal-rudal balistik, mengikuti perkembangan persenjataan militer luar negeri. Kita ditakuti dengan isu-isu peperangan dan aksi teroris yang dibuat oleh negara-negara maju dengan asumsi agar Negara-negara berkembang seperti Indonesia ini harus mengadakan peralatan perangt militer yang lebih canggih lagi sehingga bisa menyamai dengan Negara maju ataupun seperti para teroris yang dipersenjatai itu (oleh Negara maju).

Sekali lagi kita bicara tentang keadaan yang diciptakan, tentang keadaan cinta yang dimanfaatkan oleh Pasar Kapitalisme demi mendapatkan keuntungan bagi mereka sehingga dalam keadaan itu mereka (Kapitalisme) dapat bertahan hidup dan tumbuh subur diplanet ini.

0 komentar:

Posting Komentar